Kisah Catfiz Messenger ke Level Top
KOMUNITAS PERISTIWA

Kisah Catfiz Messenger ke Level Top

Sebanyak 1.200 peserta yang terdiri dari para developer dan perusahaan teknologi berkumpul dalam event BeKraf Developer Day Surabaya yang digelar komunitas developer di Hotel JW Marriot, Surabaya, Minggu (4/9).

Dalam event tersebut, menghadirkan keynote speaker diantaranya Hari Sungkari (Deputi Infrastruktur Bekraf), Narenda Wicaksono (Co-Founder Dicoding Indonesia) dan Aryo Nugroho (Co-Founder Catfiz Messenger). Juga hadir Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Salah satu pembicara kunci yakni Aryo Nugroho dari Catfiz Messenger, menjelaskan model bisnis industri kreatif penta helix (akademisi, Bisnis, Community, Government, Media) yang dijalankan Catfiz sejak 2009 hingga saat ini.

Dikatakan Aryo, proses pengembangan Catfiz agak terlambat karena melalui proses resources yang panjang dan membutuhkan perjuangan sehingga dikembangkan saat pengembangnya berusia 40 tahun. “Padahal sekarang ini para developernya makin muda-muda. Tetapi, karena butuh resource” Kata Aryo.

“Kemunculan Catfiz dimulai dari pertemanan, kemudian ke Surabaya open source, lalu di era Android, dan saat ini telah disematkan ke Market place yang bisa diakses semua orang,” jelas Aryo.

Data resource kami, kata Aryo, bahwa PDB Indonesia makin lama semakin besar. Dan kebutuhan akan teknologi ke depannya semakin besar. Saat era awalnya Catfiz, Indonesia baru musim Blackberry, kemudian masuknya Android ke Indonesia, dan saat itu juga kebanyakan menggunakan handphone Nexian. Kedepannya, justru akan ada smartphone lokal.

“Pada 2009 yang paling banyak menggunakan Catfiz usia Sekolah, lambat laun bergeser dengan umur yang berbeda. Itulah kemudian, Catfiz meraih 1 juta pengguna tidak sampai setahun. Namun ada tidak enaknya dengan pengguna usia sekolah karena tidak bisa menggenjot sisi bisnis,” jelas Aryo.

Lalu pada 2011 Catfiz masuk beta rilis dan November 2012 melejit dengan 2,2 juta pengguna. Dari situ, dapat menganalisa bisnis activity pengguna. Dalam rilisnya Catfiz dibantu Media lokal yang di running berkali-kali.

Saat ini Catfiz masuk dalam 3 besar aplikasi over the top (OTT) Nasional yang diakui pemerintah. Untuk pengguna di Indonesia yaitu 49 persen dan 51 persen di luar Negeri. “Kami tidak terkenal di Indonesia, tetapi terkenal di luar negeri,” kata Aryo disambut tepuk tangan peserta BeKraf Developer Surabaya.

Diakhir penjelasannya, Aryo mengatakan Catfiz memiliki visi menjadi sebuah usaha media berbasis messenger. Saat ini tengah disiapkan fitur live chat. “Sebenarnya fitur ini telah lama dibangun, tetapi terkait jaringan data internet yang belum menyeluruh di Indonesia maka project ini belum resmi dirilis resmi,” katanya. (sak)