Konektivitas Baru Ungkit Ekonomi Jatim
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Konektivitas Baru Ungkit Ekonomi Jatim

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupa mewujudkan konektivitas di kawasan Gerbangkertosusila Plus (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Sidoarjo-Surabaya-Lamongan-Jombang-Bojonegoro-Tuban).

Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati/ Walikota Gerbangkertasusila plus dengan pemerintah Jerman melalui Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dalam program Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP), di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (15/11).

Kerjasama tersebut juga ditandatangani bersama delapan kepala daerah yang masuk dalam kawasan Gerbangkertosusila Plus. Kedelapan kawasan tersebut yakni Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kab. Gresik, Kab. Bangkalan, Kab. Mojokerto, Kab. Sidoarjo, Kab. Lamongan, Kab. Jombang, Kab. Bojonegoro dan Kab. Tuban.

Secara khusus, Gubernur Khofifah menegaskan, Kick Off Meeting SUMP ini membutuhkan komitmen tinggi dari seluruh para bupati/walikota yang masuk dalam kawasan Gerbangkertosusila Plus.

Dirinya optimistis Kick Off ini akan menjadi komitmen bersama untuk mendukung pembangunan di kawasan metropolitan plus, sekaligus menjadi pengungkit perekonomian di Jatim.

“Kick Off ini akan menjadi komitmen untuk menggerakan roda pembangunan, mobilitas barang dan jasa , meningkatkan sektor investasi dan juga sektor ekonomi di Jatim. Saya yakin setelah Kick Off SUMP ini seluruh tim akan memberikan support kerjasama terbaik,” terangnya.

Selanjutnya, dirinya juga berpesan agar proses pelaksanaan SUMP dilakukan dengan perencanaan yang matang. Hal-hal teknis juga harus dipersiapkan serta dikoordinasikan dengan banyak lintas sektor.

Khofifah menambahkan, pihaknya akan mengembangkan rencana pengembangan angkutan masal berbasis jalan, pengembangan bandara juanda, pengembangan kawasan pelabuhan, hingga pengembangan angkutan massal berbasis rel sampai reaktivasi jalur Kereta Api. Untuk itu, setelah Kick Off Meeting SUMP ini, ia meminta seluruh tim harus bergerak cepat melakukan koordinasi.

“Sambil berjalan, hal-hal teknis harus segera di koordinasikan. Jika ingin reaktivasi jalur kereta maka harus segera berkoordinasi dengan PT. KAI,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Khofifah, dalam pengembangan wilayah Gerbangkertosusila ini pemerintah Jerman akan memberikan hibah mencapai 1,49 juta Euro atau setara 23 milliar.

Mengingat Jatim adalah daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, investasi yang tinggi serta dianugerahi masyarakat yang partisipatif serta sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar.

“Secara geodemografi kawasan Gerbangkertosusila Plus memiliki luas kurang lebih 10.845,73 km2 atau 22,69 % dari luas Jatim dengan jumlah penduduk sebanyak 13,8 juta jiwa lebih atau 33,80 % dari penduduk. Ini adalah potensi yang begitu besar untuk mengungkit perekonomian Jatim,” jelasnya.

“Maka penyusunan SUMP menjadi keniscayaan yang harus mendukung potensi di Jatim. SUMP ini menjadi tahap awal untuk mengembangkan rencana mobilitas di wilayah kawasan metropolitan di Jatim,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah Jerman dengan dana hibah SUMP melalui KfW.

“Tentu akan menjadi bagian yang penting. Proses perencanaannya adalah hibah dari pemerintah Jerman melalui KfW,” ucapnya. (ita)