Konjen AS Berbagi Info Seputar Pemilu
PERISTIWA

Konjen AS Berbagi Info Seputar Pemilu

Semarak pesta demokrasi sedang berlangsung di Amerika Serikat (AS). Oleh sebab itu, Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Heather Variava, Kamis (27/10) lalu berbagi informasi seputar pemilihan umum di negeri Paman Sam.

Kegiatan yang diadakan di American Corner, Perpustakaan Kampus B Universitas Airlangga (Unair) tersebut juga dihadiri mahasiswa dari universitas lain.

Dalam sesi sharing, Heather mengatakan bahwa pemilu yang bebas dan adil adalah tonggak demokrasi. Pemilu menyampaikan suara warga negara di pemerintahan secara fundamental.

Konstitusi AS memberikan sejumlah kekuasaan tertentu pada pemerintahan pusat dan sejumlah kekuasaan lainnya pada negara-negara bagian dan masyarakat.

Pada beberapa negara, pemerintah pusat menerapkan kebijakan pendidikan dan kesehatan, tetapi di AS, bidang-bidang tersebut merupakan kewajiban utama bagi 50 negara bagiannya.

“Konstitusi Amerika Serikat sekarang menjamin bahwa semua warga negara AS yang berusia di atas 18 tahun berhak memilih di pemilihan tingkat federal (nasional), negara bagian, dan daerah setempat,” pungkas Heather.

Meskipun persyaratan untuk memegang jabatan federal diatur konstitusi AS, namun setiap negara bagian memiliki konstitusi dan peraturannya sendiri untuk pejabat negara bagian.

Heather juga menyebutkan bahwa persyaratan untuk memegang jabatan federal diatur oleh konstitusi AS.

Untuk menjadi presiden, seseorang harus terlahir sebagai warga negara AS tanpa proses naturalisasi, setidaknya berusia 35 tahun dan telah menjadi penduduk AS selama setidaknya 14 tahun.

Menurut Heather, para penyusun konstitusi AS tidak membayangkan akan ada partai politik. Namun, dengan meluasnya hak memilih dan berkembangnya AS ke arah barat, partai politik pun bermunculan.

Pada tahun 1830-an, ada dua partai besar yang berdiri secara mapan dan berpengaruh, yaitu Demokrat dan Republik.

“Saat ini yang mendominasi kancah politik AS adalah Partai Republik dan Demokrat. Keduanya adalah penerus partai-partai pendahulu dari abad ke-18 dan 19,” tutur Heather.

Dengan perkecualian langka, anggota-anggota kedua partai besar tersebut mengendalikan kepresidenan, kongres, kegubernuran, dan peraturan negara bagian. Setiap presiden sejak 1852 berasal dari Partai Republik atau Demokrat.

Heather menambahkan bahwa latar belakang AS yang hanya memiliki sedikit partai kecil disebabkan karena Amerika menganut pemilihan pertama melewati garis, yaitu ketika kemenangan ditentukan oleh suara terbanyak.

Di negara-negara yang memberikan kursi legislatif berdasarkan proporsi suara yang diterima oleh partai yang ada, partai kecil masih memiliki harapan untuk terbentuk dan bersaing.

Dalam sistem AS, sebuah partai mendapatkan kursi hanya jika kandidatnya mendapatkan suara terbanyak. Hal ini menyebabkan partai politik kecil sulit memenangkan pemilihan.(sak)