Tiga Kunci Konsep Archandra Tahar
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Tiga Kunci Konsep Archandra Tahar

Untuk meningkatkan produksi energi, terdapat tiga hal penting yang diharapkan dapat dipenuhi di sektor energi, antara lain teknologi, sumber daya yang mumpuni, dan pembuatan proses yang akuntabel.

Demikian disampaikan Archandra Tahar kepada wartawan usai dilantik sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggantikan Sudirman Said, di Istana Negara, Rabu (27/7) siang.

“Belajar dari pengalaman, untuk meningkatkan produksi, salah satunya adalah kita harus menggunakan teknologi. Kunci dari peningkatan produksi, selain teknologi, juga proses yang akuntabel. Kemudian kita memerlukan human resources yang mumpuni,” jelas Archandra Tahar, yang termasuk salah satu menteri termuda dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019 itu.

Archanda adalah salah satu kejutan yang ditampilkan Presiden Joko Widodo saat melakukan perombakan atau reshuffle kabinet, Rabu (27/7). Maklum, nama lelaki berusia 45 tahun asal Padang Pariaman yang sudah 20 tahun tinggal di Houston, Amerika Serikat itu, selama ini tidak pernah muncul dari bursa calon menteri yang akan masuk melalui gerbong reshuffle.

Archandra mengaku surprise karena sebelumnya tidak pernah bermimpi menduduki jabatan menteri. Kabar dirinya akan menjadi menteri juga baru diterima beberapa hari yang lalu.

Sebelumnya, Archandra mengaku, dalam beberapa kesempatan memang pernah berkomunikasi dengan Jokowi, berdiskusi tentang masalah yang dihadapi Indonesia terutama di bidang oil and gas.

“Dari diskusi tersebut, ada hal-hal yang mungkin bisa kita implementasikan, berdasarkan pengalaman apa yang saya peroleh di luar. Dari sisi itu, diskusi berlanjut, sampai akhirnya hari ini saya dilantik,” jelas Archandra.

Archandra dikenal sebagai ahli di bidang energi dan sumber daya mineral, yang memiliki beberapa paten yang bersifat internasional. Sebelumnya, Archandra bekerja di banyak perusahaan besar di Amerika dan tercatat sebagai profesional yang telah mempunyai level kelas dunia.

Menurut Archandra, kedepan, yang perlu ditekankan di sektor ESDM adalah membangun kemandirian dari sisi energi, karena kebutuhan energi pada tahun-tahun depan akan sangat besar sekali.

“Sedangkan dari sisi oil and gas, dimana setiap tahun kita lihat produksinya menurun. Kita perlu untuk meningkatkan produksi”, tambah Menteri ESDM.

Untuk membangun sektor industri energi, Archandra menjelaskan bekalnya adalah integrity. “Kita memerlukan transparansi dari pengelolaan sektor energi. Yang namanya integritas dalam pengelolaan sumber daya alam ini diperlukan sehingga kita bisa duduk sejajar dengan bangsa-bangsa lain, kalau kita bisa secara bangsa berintegritas dalam hal dealing atau memutuskan sesuatu yang berkaitan dengan policy di bidang oil and gas,” ujarnya.

Ditanya tantangan deepwater exploration untuk meningkatkan cadangan energi, Archandra menjelaskan bahwa deepwater memang high risk tapi high reward. “Karena high risk, kita memerlukan sesuatu policy yang agak berbeda, supaya investor kembali tertarik untuk mulai masuk ke daerah-daerah laut dalam,” kata Menteri ESDM. (sak)