Kontes Kopi di Aceh Tengah 21-23 Oktober
CANGKIR KOPI PERISTIWA

Kontes Kopi di Aceh Tengah 21-23 Oktober

Kontes Kopi Specialty Indonesia (KSSI) segera digelar bulan depan di Takengon, Aceh Tengah dengan peserta dari seluruh Indonesia.

Aceh Tengah, sebagai sentra produksi kopi di Aceh siap menjadi tuan rumah yang akan diselenggarakan selama tiga hari, 21-23 Oktober 2016 mendatang.

Kesiapan menjadi tuan rumah kontes kopi Indonesia, dinyatakan langsung Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM, Selasa (6/9) lalu. Menurut Nasaruddin, pihaknya telah menerima surat dari Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) terkait kesediaan Aceh Tengah sebagai tuan rumah KKSI ke-8.

“Kita sangat mendukung menjadi tuan rumah KSSI dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh Tengah yang memang merupakan penghasil kopi arabika terbesar di Indonesia,” kata Nasaruddin.

Dia berharap, kontes tersebut dapat disosialisasikan secara luas, sehingga arus kunjungan wisatawan lokal, domestik dan internasional meningkat.

Sedangkan Ketua AEKI Aceh Ir Armia Zuhri menyebutkan terpilihnya Aceh Tengah sebagai tuan rumah telah memutus rantai dominasi penyelenggaraan even tersebut yang biasanya diselenggarakan di tiga tempat, yaitu Jakarta, Bali dan Semarang.

“Melalui kontes kopi di Aceh Tengah, selain bertujuan semakin memantapkan penetrasi kopi gayo di pasar global juga memperkenalkan wisata daerah,” sebutnya.

Dia menambahkan, lomba KKSI yang akan dihelat pada Oktober 2016 mendatang, merupakan ajang untuk memilih kopi-kopi terbaik di Indonesia.

Selain itu, melalui lomba KKSI ini diharapkan dapat mendongkrak kopi-kopi Indonesia yang dihasilkan oleh berbagai daerah ke posisi nilai tawar lebih tinggi. “Kopi-kopi tersebut akan dinilai dari aspek karakteristik citarasanya,” ungkapnya.

Armia menjelaskan, sebelum dikonteskan, panitia lomba KKSI menerima sampel (contoh) biji kopi yang dikirim produsen dan pelaku usaha kopi dari berbagai daerah atau sentra produksi kopi di Indonesia untuk diikutsertakan dalam lomba KKSI.

“Seleksi awal sudah dilakukan, nanti yang ikut kontes sebanyak 15 sampel kopi dengan dengan nilai score cupping terbaik untuk kategori robusta dan arabika,” pungkas Armia.

Tahun lalu, KSSI ke-7 diselenggarakan di Banyuwangi, Jawa Timur. KKSI merupakan sebuah ajang yang mempertemukan masyarakat kopi nusantara, baik petani, produsen, hingga pecinta kopi itu sendiri.

Bupati Nasaruddin even KKSI sangat tepat untuk pengembangan potensi kopi Gayo sebagai objek agrowisata utama di Provinsi Aceh.

“Saat ini kopi adalah yang paling siap untuk pengembangan agrowisata,” ujar Nasaruddin. Kesiapan kopi menjadi objek agrowisata didukung akses menuju wilayah tengah yang mudah dijangkau, baik melalui darat maupun udara.

Dalam waktu dekat, Bandar Udara Rembele akan mulai didarati pesawat berbadan sedang. “Kita juga konsen membenahi akses menuju perkebunan kopi, sehingga tidak hanya mudah untuk pengangkutan, tetapi bernilai untuk tujuan wisata,” paparnya.

Sementara, Bandara Rembele sudah mulai beroperasi sejak 19 Agustus 2016. Rute penerbangan Kualanamu, Sumut-Rembele pukul 08.00 WIB dan tiba di Rembele 09.00 WIB, serta terbang kembali ke Kualanamu pukul 09.20 WIB. Sehingga para calon peserta kontes kopi dapat memanfaatkan jalur penerbangan ini dari Medan ke Rembele, sebelum ke Takengon. (sak)