Kopi Kotamobagu Sulut Masuk Pasar Italia
CANGKIR KOPI PERISTIWA

Kopi Kotamobagu Sulut Masuk Pasar Italia

Beragam komoditas hasil alam menjadi andalan Sulawesi Utara mendapatkan devisa. Sulut tak hanya dikenal dengan komoditas ikan, kelapa dan produk turunannya. Kopi kini menjadi andalan baru sebagai komoditas ekspor.

Bahkan kopi asal Kotamobagu dan sekitarnya telah menarik minat pasar internasional. Kopi Kotamobagu kini masuk pasar Italia.

“Sulut akan ekspor kopi Kotamobagu ke Italia karena adanya permintaan dari Italia,” ujar Kabid Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Sulut, TH Siregar kepada media, Selasa (13/9).

Siregar menambahkan selain Italia, permintaan juga datang dari Tiongkok untuk kopi. Pihaknya sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk melakukan ekspor. “Tahapannya saat ini sedang mempersiapkan rekomendasi ekspor,” ungkapnya.

Untuk kemudian terdaftar sebagai eksportir terdaftar kopi sementara. Jika nantinya perusahaan telah melakukan ekspor kopi sekitar 200 ton selama satu tahun akan menjadi eksportir terdaftar.

Pihaknya berharap masyarakat di Bolmong Raya memanfaatkan peluang ini, sebab saat ini pasar untuk kopi sudah terbuka lebar. Masyarakat tinggal meningkatkan produksi dan kualitasnya, sehingga jika ada permintaan yang besar dan kontinyu bisa sediakan. “Sebab konsistensi sangat penting untuk mengekspor komoditas,” ungkapnya.

Saat ini Disperindag terus mendorong agar komoditas unggulan Sulut dapat dipasarkan ke berbagai negara di dunia. Hal ini penting dilakukan agar bisa menghasilkan devisa bagi negara.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Moh Edi Mahmud menambahkan milai ekspor Sulut pada Juli 2016 sebesar 70,72 juta dolar US, menurun 10,99 persen dibanding Juni 2016 sebesar 79,45 juta dolar USD.

Dibandingkan Juli 2015 (YoY) ekspor Sulut meningkat 11,99 persen atau naik dari 63,15 juta dolar USD menjadi 70,72 juta dolar USD. Berbagai komoditi tidak hanya diekspor melalui Provinsi Sulawesi Utara saja, namun ada juga yang diekspor ke pasar luar negeri melalui pintu ekspor di provinsi lain seperti DKI Jakarta, Jawa Timur dan lain-lain.

Selama 2016 sampai Juli total ekspor Sulut 602,10 juta dolar USD, dengan ekspor melalui Sulut sebesar 513,66 juta dolar USD dan sisanya melalui provinsi lain sebesar 88,45 juta dolar USD. (sak/ist)