Kopi Nusantara Sumbang 55,30 Juta USD
CANGKIR KOPI PERISTIWA

Kopi Nusantara Sumbang 55,30 Juta USD

Pada penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-31 penjualan ekspor kopi nusantara mencapai nilai transaksi 55,30 juta USD.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda mengatakan, kopi Indonesia terbukti memiliki kualitas yang sangat baik sehingga menarik buyer mancanegara yang datang ke pameran ini.

“Kopi Indonesia nyatanya sangat bagus dan menarik para buyer yang kami datangkan dari berbagai negara. Transaksi yang diperoleh berasal dari transaksi yang terjadi di lantai pameran dan juga kontrak dagang,” jelas Arlinda di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (15/10).

Arlinda menyampaikan, penjualan yang diperoleh stan-stan kopi selama empat hari pameran TEI mencapai 33,2 juta USD. “Transaksi diperoleh dari buyer asal Malaysia sebesar 20 juta USD, Korea Selatan 4 juta USD, Mesir 4 juta USD, Palestina 2 juta USD, Belgia 1,7 juta USD, dan sisanya dari negara lain,” urai Arlinda.

Selain itu, penandatanganan kontrak ekspor senilai 22,10 juta USD dilakukan antara tiga perusahaan kopi nasional dengan buyer asing asal Mesir, Belgia, dan Jepang. Perusahaan-perusahaan tersebut yaitu PT Asal Jaya dengan Hassan Haggag asal Mesir menyepakati kontrak senilai 20,63 juta USD; PT Aneka Coffee Industry dengan Itochu Corp asal Jepang menyepakati kontrak senilai 275 ribu USD; serta PT Javanero dengan Javanusa asal Belgia menyepakati kontrak senilai 1,2 juta USD.

Penandatanganan kontrak ini disaksikan Arlinda bersama Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Dody Edward, Direktur Eksekutif Organisasi Kopi Internasional atau International Coffee Organization (ICO) Roberio Silva, dan Ketua Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (Gaeki) Hutama Sugandhi.

Selain itu, pada hari ke-4 TEI, arena pameran kopi di Hall A JIExpo juga dimeriahkan kegiatan lelang kopi yang kemudian ditutup oleh Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Kemendag, Merry Maryati. (sak)