Kursi Rio di Balapan F1 Terancam
OLAHRAGA

Kursi Rio di Balapan F1 Terancam

Grand Prix Hongaria di Sirkuit Hungaroring akhir pekan depan bisa menjadi seri balapan terakhir Rio Haryanto di ajang Formula 1. Pasalnya, manajemen Rio belum juga memenuhi kewajiban pembayaran 15 juta Euro sekitar Rp217 miliar untuk mengamankan kursi balap selama semusim penuh di tim Manor.

Padahal pihak Manor Racing Team dan manajemen Rio yang diwakili PT Kiky Sport telah sepakat bahwa batas pelunasan terakhir ialah pekan depan. “Bila belum ada pelunasan, posisi Rio bisa diganti pembalap cadangan Alexander Rossi,” ujar Manajer Rio Haryanto, Piers Hunnisett kepada media.

Dari 15 juta Euro kewajiban pembayaran, pihak Rio sampai saat ini baru berhasil mengumpulkan dana 8 juta Euro (Rp 115 miliar). Dengan jumlah itu, pembalap Indonesia itu hanya mendapat jatah balapan hingga 11 seri atau berakhir di GP Hongaria.

Sebagai antisipasi agar Rio tidak berhenti membalap di pertengahan musim, manajemen pembalap asal Solo itu terus melakukan negosiasi. Diharapkan Manor bisa memberikan keringanan dan mencari solusi agar Rio tetap bisa membalap hingga akhir musim.

Dugaan Hunisett, Rio masih akan dipertahankan Manor hingga GP Jerman di Sirkuit Hockenheim yang hanya berjarak sepekan. Namun, seusai GP Jerman, akan ada jeda hingga tiga minggu sebelum GP Belgia di Sirkuit Spa-Franchorchamps. Menurut prediksi Hunnisett, bila negosisasi tidak berjalan lancar, mungkin kerjasama Rio dengan Manor akan diputus di masa jeda itu.

Ibunda Rio yang juga mewakili PT Kiky Sport Indah Pennywati, mengungkapkan hingga saat ini belum ada satu pun pihak yang menghubunginya untuk membantu pendanaan Rio membalap semusim penuh di F1. Sejauh ini hanya PT Pertamina yang membantu pendanaan Rio sebagai sponsor utama.

“Rio selama ini berusaha untuk Indonesia, tapi selama ini pemerintah belum ada yang memberikan bantuan finansial,” ujar Indah yang mengaku belum tahu rencana Rio bila benar-benar terhenti di tengah musim balapan tahun ini. Upaya penggalangan dana masyarakat melalui SMS yang digags Kemenpora juga hingga kini belum ketahuan hasilnya dan pesimis bisa menutup biaya kekurangan Rio membalap. (sak)