Lewat Orkestra Lalare, Indonesia Raih Penghargaan Wisata PATA
JALAN-JALAN PERISTIWA

Lewat Orkestra Lalare, Indonesia Raih Penghargaan Wisata PATA

Pacific Asia Travel Association atau PATA mengumumkan para pemenang 2016 PATA Grand and Gold Awards di Bangkok, Thailand. Indonesia menyabet tiga penghargaan emas dalam program ini.

Pada acara yang digelar 21 Juli 2016 lalu, dua penghargaan diterima Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam bidang Pusaka dan Budaya, kategori Budaya: Orkestra Lalare, serta dalam bidang Pemasaran – Destinasi Utama Pemerintah: Gerhana Matahari Total Indonesia.

Satu penghargaan lagi diberikan kepada Agency Fish, Indonesia, dalam bidang Jurnalisme Travel kategori Foto Travel untuk Journey of the Wanderer karya Handi L dalam majalah Colours, Inflight Magazine Garuda Indonesia, edisi April 2015.

Orkestra Lalare atau orkestra anak-anak merupakan gabungan dari 100 anak usia sekolah mulai dari 8 hingga 13 tahun, yang membawakan musik tradisional daerah Banyuwangi. Para musisi cilik ini dipilih oleh para maestro musik yang menjadi pelatih mereka, Sayun Sisiyanto (ketua), Moch Syaiful, Yoris DD, Ribut Kalembuan dan M Ikwan.

Keseratus anak ini melakukan latihan selama enam bulan sebelum tampil di depan umum, di Festival Banyuwangi. Pada 2016, jumlah musisi cilik yang akan tampil di Festival Banyuwangi rencananya akan ditambah menjadi 200 orang. Mereka bersama-sama memainkan alat musik tradisional, seperti gendang, rebana, saron, dan angklung.

Sedangkan pada Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 lalu, Kemenpar menyelenggarakan berbagai kegiatan terkait turisme. Kampanye dilakukan pada berbagai media seperti media cetak dalam skala internasional, juga media elektronik, online, sosial seperti Facebook dan Youtube, termasuk mailing list, forum online serta Yahoo Group astronom.

Di Planetarium Jakarta, dibagikan 4.700 kacamata gerhana matahari. Sementara di kota-kota lain yang dilintasi gerhana, berbagai kegiatan diadakan seperti acara lari serta kontes foto internasional, festival kuliner, karnaval budaya, dan lain sebagainya.

Berkat program ini, selain mencapai kesuksesan besar dalam ranah sosial media seperti Facebook, Youtube, Instagram, dan Twitter, turis domestik dan mancanegara yang datang ke kota-kota yang dilintasi gerhana meningkat hingga 106 persen. Jumlah total pengunjung 432.196 orang, menghasilkan nilai ekonomi 7,5 juta USD dalam bidang pariwisata.

Tiga puluh satu penghargaan Grand dan Gold Awards diberikan pula kepada Adventure Travel Trade Association (ATTA), EXO Travel, Hong Kong Tourism Board, Hotel ICON, Jetwing Hotels, Otoritas Turisme Thailand and Turisme Malaysia.

Presentasi dan pemberian penghargaan yang mencakup empat kategori: Pemasaran, Pendidikan dan Pelatihan, Lingkungan, dan Pusaka dan Budaya ini akan dilakukan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, pada hari Jumat, 9 September 2016 dalam PATA Travel Mart 2016.

Dr Mario Hard, CEO PATA memberik selamat kepada para pemenang Grand dan Gold Award 2016. Para pemenang tahun ini menurutnya menunjukkan nilai-nilai PATA dalam usaha mewujudkan industri travel dan turisme yang lebih bertanggung jawab, di wilayah Asia Pasifik.

PATA yang merupakan asosiasi nirlaba didirikan pada 1951 dan telah diakui dunia sebagai katalisator bagi pengembangan travel dan turisme yang bertanggung jawab untuk, dari, dan dalam wilayah Asia Pasifik.

Keanggotaan PATA terdiri dari 95 badan turisme pemerintah, negara dan kota, 29 perusahaan penerbangan internasional, bandara dan jalur pelayaran, 63 institursi pendidikan, serta ratusan perusahaan industri travel.(sak)