Lima Startup Bandung Lolos Final
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Lima Startup Bandung Lolos Final

Startup Pitch Day adalah kegiatan yang diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk meningkatkan ekosistem startup ekonomi kreatif. Bandung merupakan kota ke-4 yang disinggahi untuk mendapatkan 5 startup yang dikirim ke babak final di Bali.

Dewan juri terdiri dari Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Sugeng Santoso, Nazier Ariffin (Fenox), Ben Wirawan (Mahanagari), Hongky Heriandi Saptari (YMF), dan Dondi Hananto (Unitus Impact) memilih 5 startup Bandung.

Mereka adalah Alaric, Bantu Kami, CV Cocc, Iwearzule dan Pinder. Kelima startup tersebut telah dinilai dengan kriteria melakukan pitching dengan menyertakan kejelasan informasi, bisnis model, profit yang dihasilkan, skala prioritas usaha, pengembangan bisnis dan tim pendiri. Berikut tentang mereka:

Alaric
Alaric adalah startup perhotelan. Startup ini menyediakan solusi software perhotelan. Startup yang dibentuk awal Maret dan launching software pada Juni 2016 ini telah memiliki 45 hotel sebagai clientnya. Hotel yang telah menggunakan jasa Alaric berada di berbagai daerah di Indonesia yaitu di Pulau Jawa (Bandung, Jakarta, Bogor, Puncak, Pekalongan, Jogja, Semarang, Solo, Bekasi, Cikarang, Cirebon, Kuningan, Pangandaran, Sukabumi, Cilegon,Tangerang, Kudus dan Surabaya), Pulau Sumatera (Palembang, Lampung, Pematang Siantar dan Batam), Pulau Sulawesi (Kendari dan Makassar) serta Pulau Irian (Jayapura).

“Kami masih menggunakan metode direct selling untuk mendapatkan pelanggan. Network kami berperan penting dalam usaha kami. Makanya kami ikut Startup Pitch Day untuk belajar banyak seputar pitching dan investasi. Kami berharap dapat investor sesuai untuk meningkatkan bisnis kami, khususnya investor untuk proses pengembangan produk dan sale serta marketing,” ungkap startup Alaric Henri.

Bantu Kami
Bantu Kami adalah perusahaan sirens yang mencermati permasalahan pengangguran. Perusahaan ini menjembatani job seekers dengan users untuk bertemu melalui mobile apps. Job seekers adalah pencari kerja berpotensi. Users adalah pengguna jasa job seekers yang berasal dari perusahaan.

Bantu Kami menawarkan efisiensi penggunaan jasa manusia dalam menyaring job seekers yang sesuai kriteria perusahaan. Pada tahun pertama, perusahaan ini membutuhkan Rp 1,8 miliar untuk marketing branding, opex, manpower, recruitment dan massal operational. Investor dibutuhkan untuk funsing, sedangkan biaya operasional ditanggung perusahaan ini. Pembagian laba 50:50 adalah yang ditawarkan kepada investor.

COCC
Creator of Creative Corporate (COCC) adalah perusahaan jasa manufaktur yang didirikan 2011 dari kegiatan wirausaha mahasiswa Politeknis Manufaktur (POLMAN) Bandung. Tujuan didirikannya membantu perusahaan lain meningkatkan kualitas dan kuantitas proses produksi serta mewujudkan ide produk perusahaan lain dari prototipe hingga produk jadi yang siap dipasarkan. COCC berusaha mewujudkan tujuannya melalui pembentukan badan usaha, mempromosikannya dan mencari investor.

Para founder COCC berusaha mendapatkan investor melalui partisipasi di Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) di POLMAN yang diselenggarakan Kementerian Industri dan Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM). Setelah mengikuti Startup Pitch Day, founder COCC akan memperluas network dan menambah nilai jual usaha perusahaan untuk mendapatkan investor.

“Kami mendapat ilmu pitching didepan investor, meningkatkan link dengan startup lain, serta memperbesar peluang menggaet investor untuk pengembangan bisnis kami,” ucap Emay sapaan akrab sekretaris yang merangkap sebagai marketing dan public relation COCC.

COCC meningkatkan bisnis mereka setelah ikut event Bekraf melalui pembuatan produk mereka sendiri untuk dijual secara massal serta legal sebagai PT. Sehingga, COCC tetap berharap mendapatkan investor dan pendampingan bisnis dari Bekraf.

Iwearzule
Iwearzule adalah custom clothing yang membuat pakaian khusus laki-laki sesuai pesanan pembeli. Bisnis yang telah didirikan sejak 2012 ini telah memiliki lebih dari 50 orang yang terdiri dari tim management dan penjahit.

Pengguna produk Iwearzule telah mencapai sekitar 22.000 orang dari seluruh dunia. Selain di Indonesia sendiri, produk Iwearzule telah diorder dari Eropa (Inggris), Asia Tengah (Turki) dan Asia Timur (Korea).

50 persen pelanggan produk Iwerazule rata-rata reorder setiap bulannya. Tim management Iwearzule memasarkan jasanya melalui portal dan sosial media serta ads online.

Iwearzule bergabung di Startup Pitch Day dalam rangka belajar dan meningkatkan network, pengetahuan dan peluang bisnis. Dengan berpartisipasi pada event ini, foundernya berharap bisa membawa bisnisnya ke arah yang lebih baik. Kerja keras, tanpa menunda dan tanpa mengeluh adalah upaya Iwearzule meningkatkan existensinya dalam bisnis custom clothing.

Pinder
Pinder adalah startup yang bergerak di bidang review produk berbasis sosial media. Modal awal startup ini berasal dari kocek founder. Laba yang didapatkan berasal dari promosi, ads dan afiliasi marketplace dari transaksi di Pinder. Semua produk yang bisa dikonsumsi adalah target produk yang direview. Pinder akan siap dinikmati penggunanya Oktober ini.

Users yang ingin mereview produk di Pinder, harus sign up dengan identitas asli. Kemudian users bisa mereview produk melalui 2 cara, yaitu deep review dan highlight review. Users lalu upload dan jutaan netizen bisa membacanya.

Dengan gabung Startup Pitch Day, mereka dapat pencerahan. Mendapat insight mentor, pengalaman pitching dan success story para startup lainnya. Para narasumber dan startup juga sharing informasi pengalaman mereka.

“Sharing pengalaman mereka itu valuable banget bagi kami. Semoga kami dapat funding dari investor dan stakeholders lainnya. PR kami untuk meningkatkan kualitas pitching dan dibarengi doa,” kata startup pinder Aldo. (sak)