LIPI Bangun Sistem Big Data Nasional
PERISTIWA TEKNOLOGI

LIPI Bangun Sistem Big Data Nasional

Beragam data karya ilmiah dan data primer hasil penelitian merupakan aset penting untuk peningkatan kualitas penelitian di Indonesia. Sayangnya hingga kini, beragam data tersebut belum terwadahi dengan baik, bahkan cenderung masih tersebar di masing-masing peneliti atau kelompok penelitian.

Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Bambang Subiyanto mengungkapkan, permasalahan penyebaran data yang tak tertangani tersebut memerlukan solusi yang komprehensif. Solusinya adalah menampung segala data karya ilmiah dan data primer hasil penelitian dalam sebuah sistem.

“Dari sini, LIPI pun membangun dan mengembangkan sistem repositori big data nasional,” tutur Bambang dalam pembukaan Lokakarya Nasional Dokumentasi dan Informasi ‘Pengelolaan Data, Informasi, dan Pengetahuan dalam Pembangunan Repositori Nasional’ di PDII LIPI Jakarta, pekan lalu.

Bambang berharap, melalui sistem yang dibangun Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) LIPI tersebut, setiap data hasil penelitian dapat dikelola dengan tepat, baik dari aspek penyimpanan, pemeliharaan, dan pelestarian hingga jangka panjang.

Selain sistem, dirinya mengharapkan regulasi terhadap kegiatan repositori maupun depositori tersebut bisa segera terwujud.

Sekedar informasi, repositori dan depositori merupakan sistem penyimpanan karya ilmiah dan data primer hasil penelitian, yang bermanfaat sebagai sumber data untuk reproduksi penelitian dan pemanfaatan kembali data.

Kepala PDII LIPI, Sri Hartinah menambahkan, sistem penyimpanan data baik repositori maupun depositori yang tengah dikembangkan pihaknya sekarang, berupaya mengakomodir besarnya data dan informasi penelitian yang dimiliki suatu instansi.

“Dengan sistem pengelolaan yang pas, maka akan berdampak signifikan bagi peningkatan kinerja instansi yang membutuhkan data hasil penelitian atau sains dan teknologi,” jelasnya.

Dia mengharapkan, sistem data yang dibangun ini mendapatkan dukungan kebijakan dari berbagai pemangku kepentingan terkait. “Tanpa dukungan itu, implementasinya tidak akan berhasil dengan baik,” sambungnya.

Kehadiran Peraturan Kepala LIPI tentang Repositori dan Depositori diharapkan selesai tahun ini, bahkan aturan skala yang lebih tinggi bisa diperlukan lagi untuk memperkuatnya, tutup Sri. (sak)