Lukisan Bunga Sepatu Legislator Surabaya
KOMUNITAS PERISTIWA

Lukisan Bunga Sepatu Legislator Surabaya

Sebuah lukisan “bunga sepatu” karya pelukis asal Surabaya mewarnai hari ulang tahun (HUT) ke 40 Himpunan Wanita Karya (HWK) Jawa Timur, di Gedung Partai Golkar Jalan Ahmat Yani Surabaya, Sabtu (13/03). Pelukisnya tak lain adalah anggota DPRD Kota Surabaya Lembah Setyowati Bahtiar.

Sebelum memulai aksi melukis, lebih dahulu Ketua DPD Golkar Jawa Timur M Sarmuji didaulat untuk mengawali dengan goresan kanvas sekenanya. Sarmuji pun menggoreskan kanvas melengkung mirip huruf M. Setelah itu dilanjutkan goresan Ketua Ikatan Istri Partai Gokar (IIPG) Jawa Timu Luluk Maknuniak M Sarmuji.

Sarmuji dan Luluk pun belum kepikiran goresan lengkung itu akan berwujud apa. “Belum kebayang sama sekali,” katanya singkat.

Lembak Setyowati ternyata hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk meneruskan goresan Sarmuji. Dengan iringan musik klasik sambil ramah tamah jadilah lukisan berupa “bunga sepatu” yang sangat indah dan menawan. Undanganpun tepuk tangan riuh menyambut selesainya Lembah melukis.

Lembah mengaku kegemerannya melukis digeluti sejak usia SD, hingga status legislator di DPRD Kota Surabaya disandangnya. Sudah ratusan karyanya di pamerkan dengan harga mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Dia melukis menggunakan media cat.

Lembah pernah bergabung dalam sanggar seni BMS (Bengkel Muda Surabaya) di Balai Pemuda. Tahun ini memasuki periode kedua sebagai anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Golkar.

Ia mengatakan, filosofi dari “bunga sepatu” ini harapannya HWK bisa lebih berkembang karena bunga sepatu selalu dicari masyarakat dan memberikan banyak keindahan.

Peringatan HUT HWK tingkat Jawa Timur harusnya dilaksanakan pada 28 Februari lalu, tapi karena berbagai kesibukan, apalagi ditengah pandemi Covid-19, baru sekarang ini dilaksanakan.

Sarmuji menyatakan, HWK adalah organisasi kemasyarakatan yang harusnya mendapatkan fasilitas seperti ormas lainnya. Karena itu, anggota Komisi Xl DPR RI ini meminta agar HWK diurus dengan serius. Kalau soal anggaran nanti bisa dititipkan melalui FPG DPRD Jawa Timur. “Tapi harus serius karena anggaran itu harus dipertanggung jawabkan kepada Pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Sebagaimana dilaporkan wakil ketua bidang OKK Dra Hj. Toeminatoen Moeghni bahwa, di tengah pandemi, HWK memiliki banyak program yang menyentuh pada masyarakat diantaranya masalah ekonomi, sosial budaya dan pendidikan.

Di bidang ekonomi, HWK berusaha bangkit dengan meningkatkan pendapatan keluarga melalui pemanfaatan limbah plastik untuk kerajinan yang ternyata memiliki nilai tinggi. Lalu bidang sosial dengan melakukan bhakti sosial yang dihimpun dari anggota, dan memberikan layanan kesehatan.

Program ini sudah cukup baik, namun perlu untuk ditingkatkan lagi dengan pemberdayaan di lingkungan RT/RW. Peran peran politik HWK ditingkat RW harus lebih nyata dan bisa dinikmati oleh masyarakat.

“Kami berharap peran HWK semakin lama akan semakin baik di masyarakat. Kalau melihat sejarah kelahirannya HWK punya potensi,” ujar Sarmuji. HUT HWK Jawa Timur diperingati secara sederhana. Tidak banyak undangan, tercatat hanya 40 orang saja, itupun bersifat internal. (ita)