Mahasiswa UI Juara Mahasiswa Berprestasi
KOMUNITAS PERISTIWA

Mahasiswa UI Juara Mahasiswa Berprestasi

Irman Faiz, mahasiswa Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2012, terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Utama tingkat Nasional 2016. Penganugerahan Mapres Nasional dilaksanakan pada acara penutupan pemilihan Mapres Nasional di Jogja, Selasa (16/08) lalu.

Faiz terpilih sebagai mahasiswa berprestasi utama nasional setelah melewati serangkaian seleksi panjang dan bersaing dengan 13 pesaing lainnya. Pemilihan Mapres Nasional 2016 ini terdiri atas dua babak, yaitu babak penyisihan dan final.

Babak penyisihan memilih 16 kandidat terbaik dari seluruh program sarjana dari 200 perguruan tinggi yang berpartisipasi. Di babak penyisihan para kandidat diwajibkan untuk mengumpulkan berkas seperti CV, karya tulis ilmiah, video presentasi karya ilmiah dan video keseharian via Youtube.

Babak final terdiri dari empat tahap, yaitu presentasi karya tulis, penilaian bahasa inggris dalam bentuk pidato spontan, interview, dan terakhir adalah psikotes.

Salah satu kunci kemengangan Faiz adalah karya tulisnya berjudul ‘Inovasi Strategi pemberantasan Korupsi untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa: Studi Kasus Indonesia’. Pada karya tulisnya, Faiz merekomendasikan kepada pemerintah untuk mengatasi korupsi dari dua sisi yaitu hulu dan hilirnya.

Dari sisi hulu dapat dilakukan dengan penanaman nilai anti korupsi sejak dini. Salah satu ide yang Faiz ajukan adalah membuat permainan ular tangga berbasis nilai anti korupsi sehingga mudah dipahami anak-anak.

Lebih lanjut, Faiz merekomendasikan untuk membuat indikator kerja KPK dan meningkatkan realisasi hukuman koruptor.

Faiz memberikan pesan bagi para mahasiswa yang baru memulai perkuliahan dan ingin menghasilkan prestasi-prestasi membanggakan di kampus.

Langkah pertama di kampus akan sangat menentukan, jadi tentukanlah tujuan sekarang, belajarlah bagaimana cara mencapainya, dan berikanlah usaha yang terbaik untuk mencapainya. “Tetap berjuang dan percaya bahwa hasil tidak akan mengkhianati proses,” ujarnya.(sak)