Mahasiswa UI Magang di Silicon Valley
KOMUNITAS PERISTIWA

Mahasiswa UI Magang di Silicon Valley

Empat mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) kini tengah berada di Sillicon Valley-AS. Mereka mengikuti kerja magang (internship) sejak pertengahan Juni lalu.

Mereka adalah Fariskhi Vidyan, Rakina Zata Amni, Pusaka Kaleb Setyabudi, dan Tri Ahmad Irfan. Fariskhi berkesempatan magang di Mozilla Corporation di San Franscisco untuk periode sampai 16 September sebagai Platform Engineering Intern. Sebagai intern, Fariskhi akan mengimplementasikan fitur baru untuk Firefox Rendering Engine dengan tim Platform Rendering.

Sebelumnya, Fariskhi juga telah berkontribusi di beberapa proyek Mozilla. Seleksi yang telah dilalui meliputi online coding test dan wawancara melalui Skype, yang meliputi live coding dan menjawab pertanyaan mengenai problem solving dengan algoritma dan struktur data.

Sebelum mendapatkan internship di Mozilla, Fariskhi pernah mencoba apply di berbagai macam perusahaan IT di Silicon Valley. Namun, akhirnya memilih Mozilla karena Mozilla merupakan salah satu penggerak open source software yang paling berpengaruh di dunia.

Untuk Rakina dan Pusaka mengikuti internship di Google, tepatnya di Mountain View USA. Google melakukan seleksi program intern lewat website Google Careers. Kemudian, dikontak recruiter Google dan mengikuti dua buah interview secara berturut-turut dengan engineer Google. Interview dilakukan bersifat teknikal dan meliputi pertanyaan mengenai programming serta melakukan live coding.

Selama internship, Rakina akan bekerja di Departemen Research & Machine Intelligence. Selain di Google, Rakina juga mendapat tawaran dari perusahaan IT lainnya. Namun, Rakina memilih Google karena menurutnya Google memiliki permasalahan yang berbeda serta variatif dibanding perusahaan lain.

Sedang Pusaka ditempatkan dalam tim yang mengurus Google Ads (Adveritising). Ia diberi tanggungjawab melakukan improvement sistem iklan yang sudah ada, membantu Google menyajikan iklan yang tepat guna untuk user. Tidak ada alasan khusus mengapa Pusaka memilih Google sebagai tempat melakukan internship. Ia hanya ingin mendapat kesempatan belajar sebagai intern di Silicon Valley.

Untuk Tri Ahmad Irfan, keberangkatannya adalah kali kedua menjadi intern di Twitter. Sebelumnya Tri berkesempatan magang di Twitter lewat referral seorang teman yang bekerja disana, yang kemudian lanjut ke tahap online coding challange dan interview via skype. Tahun ini, Tri dipanggil untuk bekerja di Divisi Platform Engineering dan Tim Core Storage.

Tri bertanggungjawab mengembangkan tools importing data dari Hadoop Distributed File System (HDFS) ke format internal database yang digunakan Twitter. Menurut Tri, kegiatan internship di Twitter sangat menyenangkan dan bermanfaat. Sebelum mendaftar di Twitter, Tri mendaftar di beberapa perusahaan lain di Silicon Valley. Namun ia memilih Twitter karena menurutnya Twitter memiliki impact besar dan positif bagi dunia serta memiliki permasalahan yang menantang untuk dipelajari.

Menurut rilis Humas UI, selain keempat mahasiswa Fasilkom UI ini, beberapa nama juga berhasil diterima pada program internship di luar negeri yakni Teresa Pranyoto & Anthony (Google Sidney, Australia) serta Ammar Fathin Sabili (Research Internship di National University Singapore) dan Rizki Mubarok (HDE Inc Jepang). (sak)