Masker Wajah dari Coccinia Grandis
KOMUNITAS PERISTIWA

Masker Wajah dari Coccinia Grandis

Annisa Clara Salsabila, Noni Angelina Tazky Aulia dan Salwa Sausan Firdaus merupakan tiga mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam satu tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaan.

PKM berjudul “PapaMas (Papasan Mask) Masker dari Coccinia grandis Untuk Menjaga Kelembaban Kulit Wajah”, berhasil membawa mereka hingga tahap lolos pendanaan.

“Pertama kali dinyatakan lolos, perasaan kami kaget dan tidak menyangka karena bisa sampai di tahap lolos pendanaan. Mengingat, kami juga mahasiswa baru sehingga kami baru pertama kali mengikuti PKM,” ujar Annisa selaku ketua tim.

Lebih lanjut, Annisa menjelaskan jika “Papasan Mask” merupakan salah satu masker berbahan dasar alami seperti buah coccinia grandis, madu, dan susu bubuk. Masker tersebut, tambahnya, merupakan masker clay mask yang bertekstur basah, berbentuk seperti pasta, dan mudah diaplikasikan ke wajah.

Adapun kemasan yang digunakan untuk membungkus masker tersebut berupa pot cream berukuran 60 gram yang nantinya akan dikemas kembali ke dalam suatu box. Annisa juga mengutarakan jika kemasan yang digunakan merupakan kemasan kaca dan kayu sehingga aman untuk lingkungan.

“Kandungan dari masker kami adalah anti inflammatory yaitu mengandung zat anti radang kulit, niasin untuk melembabkan kulit, vitamin C untuk mencerahkan kulit wajah, dan flavonoid untuk melindungi kulit dari berbagai masalah kulit,” tambahnya pada Senin (23/08).

Ide pembuatan “Papasan Mask” berawal karena adanya tumbuhan liar yang memiliki warna menarik di belakang rumah salah satu anggota tim.

Karena penasaran, seluruh anggota tim berinisiatif untuk mencari tahu terkait kandungan dan nama tumbuhan yang mereka temukan itu. Ternyata, buah dari tumbuhan tersebut dapat dikonsumsi dan memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.

“Karena pemanfaatan buah coccinia grandis masih kurang, maka kami berkeinginan membuat produk dari bahan tersebut dan bisa menaikkan nilai jual dari buah tersebut,” ucap Annisa.

Untuk saat ini, progres yang telah dilakukan Annisa dan tim yakni telah membuat video gambaran produk secara virtual, membuat akun instagram produk (@papasanmask.official), menyebarkan angket survei produk, dan mempersiapkan presentasi dalam bentuk PPT serta laporan kemajuan untuk penilaian kemajuan pelaksanaan PKM (PKP2).

Terakhir, Annisa dan tim berharap mereka dapat memberikan yang terbaik untuk UNAIR yakni dengan berhasil melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dan dapat meraih medali. “Harapan kami yang paling utama adalah produk kami ini bisa direalisasikan secara langsung dan bisa bermanfaat bagi banyak orang,” tutupnya. (ita)