Membangun Film Indonesia Masa Depan
HIBURAN PERISTIWA

Membangun Film Indonesia Masa Depan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman meluncurkan Festival Film Indonesia tahun 2016 (FFI) bekerjasama dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI) di Metropole XXI, Jakarta.

Tema yang diusung tahun ini adalah “Restorasi”. Di mana Indonesia adalah sebuah bangsa yang sangat kaya akan sejarah, dan bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Karenanya, tema tersebut dipilih berdasarkan semangat melestarikan sejarah dan budaya sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa Indonesia.?

Mendikbud Muhadjir Effendy mengajak masyarakat untuk membangun perfilman Indonesia demi masa depan dan juga mengajak masyarakat untuk dapat membantu menjaga eksistensi perfilman Indonesia. Terutama dalam persaingan pasar yang semakin ketat ini.

“Kita bisa berkumpul di sini adalah impian-impian tokoh-tokoh masa lalu kita. Tugas kita saat sekarang ini adalah membangun impian untuk masa depan perfilman kita,” kata Mendikbud Muhadjir Effendy dalam sambutannya sekaligus membuka acara peluncuran FFI 2016.

Muhadjir juga berharap nantinya perkembangan film nasional akan bisa melekat dalam pendidikan Indonesia. Sehingga film tidak hanya berorientasi pada pasar. Tetapi juga bisa menjadi sarana, wahana, dan alat untuk membentuk kepribadian generasi muda di Indonesia.

Kemudian, dalam kesempatan yang sama, Ketua FFI 2016, Lukman Sardi meminta agar perfilman Indonesia lebih terbuka terhadap kritik dan kerjasama dengan pihak lain yang terkait. “Tanpa kritik dan kerjasama dengan pihak lain, perfilman Indonesia tidak akan bisa maju”, katanya.

FFI adalah puncak penghargaan tahunan tertinggi bagi perfilman Indonesia. Dengan Piala Citra yang diberikan kepada Insan Perfilman Indonesia, ajang ini merupakan cerminan kualitas film Indonesia. Bersamaan dengan peluncuran FFI 2016, juga ada pemutaran film perdana gala premiere “Tiga Dara” hasil restorasi 4K, yang disutradarai Usmar Ismail. (sak)