Menikmati ‘Tiga Dara’, Film 60 Tahun Silam
HIBURAN PERISTIWA

Menikmati ‘Tiga Dara’, Film 60 Tahun Silam

Perhatian terhadap pelestarian film Indonesia klasik kini makin besar. Tahun ini ada satu film Indonesia legendaris yang telah menyelesaikan proses restorasi fisik dan digital, sehingga siap ditonton kembali seperti dalam keadaan baru. Adalah Tiga Dara, film musikal karya Usmar Ismail di tahun 1956, yang diedarkan kembali secara khusus di bioskop.

Film Tiga Dara versi restorasi ini ditayangkan di bioskop mulai 11 Agustus 2016, oleh rumah produksi SA Films. SA Films juga adalah rumah produksi yang membuat film ‘Ini Kisah Tiga Dara’ karya Nia Dinata, film musikal terbaru yang terinspirasi dari film Tiga Dara.

Ini Kisah Tiga Dara sendiri rencananya akan dirilis di bioskop pada September. Dengan demikian, khalayak akan diberi kesempatan menyaksikan versi asli dan versi kontemporer dari kisah ini dalam waktu cukup berdekatan.

Tiga Dara adalah film komedi musikal yang berkisah tentang tiga gadis bersaudara yang dihadapkan pada pilihan penting. Nenek mereka berusaha mencarikan jodoh bagi si sulung, namun calon jodoh terkuat justru jadi rebutan saudarinya yang lain. Film ini dibintangi Chitra Dewi, Mieke Wjaya, Indriati Iskak, Rendra Karno, Fifi Young, dan Hassan Sanusi.

SA Films memaparkan film Tiga Dara telah melalui proses restorasi fisik di laboratorium L’Immagine Ritrovata, Bologna, Italia mulai 2015. Proses ini dilakukan untuk menyempurnakan fisik pita seluloid film ini, yang sebelumnya mengalami berbagai jenis kerusakan seperti sobek, patah, hingga berjamur.

Pada tahap ini turut melibatkan dua orang asal Indonesia sebagai teknisinya, yaitu Lintang Gitomartoyo dan Lisabona Rahman.

Setelah itu, proses berlanjut pada restorasi dan remastering digital yang dilakukan PT Render Digital Indonesia, yang menghasilkan berbagai resolusi, yaitu HD (high definition), 2K, dan 4K—menjadikan Tiga Dara sebagai film Indonesia pertama yang direstorasi dalam format 4K.

Sesudah melalui semua proses ini, film Tiga Dara kini dapat dinikmati dengan gambar yang jernih seperti baru.

Perilisan hasil restorasi film klasik bukan pertama kali dilakukan di Indonesia. Sebelumnya, film karya Usmar Ismail lainnya, Lewat Djam Malam (1954) juga direstorasi secara digital di L’Immagine Ritrovata, dan selesai pada 2012.

Hasil restorasi ini kemudian dipertontonkan pertama kali dalam segmen Cannes Classic di Cannes Film Festival 2012, lalu dirilis juga di beberapa bioskop Indonesia pada Juni 2012.

Film Tiga Dara disutradarai Usmar Ismail untuk Perusahaan Film Nasional (Perfini). Diproduksi menggunakan dana pemerintah dan ditulis dalam upaya membangkitkan Perfini dari keterpurukan. Dirilis pertama pada 24 Agustus 1957 di Capitol Theatre, film Tiga Dara meraih sukses dan melambungkan karir para pemainnya.

Pernah ditampilkan di Festival Film Venesia 1959, Tiga darah meraih Tata Musik Terbaik di Festival Film Indonesia 1960. Tiga Darah juga pernah diremake dengan judul ‘Tiga Dara Mencari Cinta’ pada 1980 oleh Djun Saptohadi dan mempengaruhi Pacar Ketinggalan Kereta (1989) karya Teguh Karya. (sak)