Menpar: Marketing Destinasi Terbaik Asia
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Menpar: Marketing Destinasi Terbaik Asia

Nama Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya kembali berkibar di Asia. Majalah Pariwisata ternama di Asia-Pasifik, Travel Weekly Asia, mencatat mantan Dirut PT Telkom ini sebagai pemenang terbaik Asia Destination Marketing (Organisasi Pariwisata Nasional) yang akan diserahterimakan pada 17 Oktober 2016 di Shisen Hanten, Mandarin Orchard Singapore.

Di dunia pariwisata, nama Travel Weekly Asia sudah sangat dikenal. Pembacanya jutaan. Publikasinya meliputi kawasan Asia Pasifik. Saat menobatkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebagai pemenang terbaik Asia Destination Marketing (Organisasi Pariwisata Nasional), Travel Weekly Asia tak bekerja sendirian. Jutaan pembacanya yang sering travelling ke berbagai penjuru dunia ikut dilibatkan untuk memberi vote penilaian.

Hasilnya? Kemenpar dinilai tepat menduduki gelar terbaik di Asia Destination Marketing 2016 itu. ”Penghargaan ini selalu menyajikan terbaik dari yang terbaik dalam industri pariwisata, dan telah menyediakan layanan serta produk dalam satu tahun terakhir,” tutur Irene Chua, Group Publisher Travel Weekly Asia dalam rilisnya seperti dikutip Humas Kemenpar.

Menurut Irene, penilaiannya pun fair dan sangat selektif. Setiap pemenang dari 46 kategori yang dinilai pembaca Travel Weekly Asia, dipilih dengan mempertimbangkan banyak hal.

Hanya profesional atau industri pariwisata berprestasi luar biasa yang bisa masuk radar penilaian. Kemenpar masuk dalam peta instansi berprestasi di Asia Pasifik.

”Melalui penghargaan ini, kami mengakui keunggulan bisnis Anda, kualitas luar biasa yang diwakili brand Anda, dedikasi sepenuh hati dari staf Anda, yang terpercaya dan mendapat tempat dan loyalitas dari mitra Anda,” tambah Irene Chua.

Di bidang pemasaran, Kemenpar berhasil menaikkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) hingga 10,3 persen, menjadi 10,4 juta, dari tahun sebelumnya 9,4 juta. Dari sana, devisa yang tercapai adalah 11,6 miliar USD. Sedangkan dari kedatangan wisatawan nusantara (wisnus), devisa yang tercapai adalah 255 juta USD atau naik 100 persen.

Di pengembangan destinasi, cukup menggairahkan industri. Kemenpar mulai mengembangkan Top 10 Destinasi Prioritas. Selain itu, Kemenpar juga sukses membentuk Badan Otorita Pariwisata dan proses pembentukan KEK Pariwisata baru.

Peningkatan Competitiveness Index dari WEF juga terbilang wow. Dari peringkat di atas 140-an, langsung melompat naik menjadi peringkat 47 dari 144 negara. Dan terakhir, keberhasilan membangun Indonesia Incorporated.

Dari sisi regulasi dan kelembagaan, ada kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) yang siap menyapa. Selain itu, ada juga terobosan regulasi perahu pesiar atau yacht dengan pencabutan CAIT, dan terobosan regulasi kapal pesiar atau cruise terkait dengan asas Cabotage.

”Bisnis seperti Anda sangat membantu industri perjalanan hidup dinamis. Saya salut terhadap upaya Anda dalam mendorong industri, dan berharap orang lain akan terinspirasi untuk mengikuti jejak Anda,” ujar Irene Chua. (sak)