Menteri Susi Bantu Alat Tangkap Ramah Lingkungan
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Menteri Susi Bantu Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak para nelayan yang masih menggunakan alat tangkap perusak lingkungan untuk menggantinya dengan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kamis (8/9) dalam siaran persnya mengatakan, pergantian alat tangkap ramah lingkungan merupakan langkah strategis menuju perikanan Indonesia yang lebih baik.

Dalam kunjungan kerjanya pada nelayan di kawasan Pantura Jawa beberapa waktu lalu, Susi mengapresiasi nelayan Pantura khususnya yang berada di Jepara yang telah bersedia mengganti alat tangkapnya.

Pergantian alat tangkap yang aman, menurut Susi, juga mampu mendorong nelayan untuk memberikan sumbangsih nyata pada kualitas produk perikanan.

Susi juga menilai, nelayan dari Pantura seyogyanya dapat berpartisipasi dalam membangun perikanan nasional. “Pendapatan akan menjadi lebih baik, jika mengganti alat tangkap ramah lingkungan, karena caranya sudah benar,” ujarnya.

Pergantian alat tangkap pada nelayan ini dilakukan menyusul kebijakan relokasi nelayan Pantura untuk memaksimalkan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 711, yakni perairan Natuna.

“Saya ingin memberikan WPP tersebut ke nelayan Pantura. Namun saya berpesan, orang Papua, NTT, NTB akan marah kalau Bapak bawa kapal cantrang. Jadi sebelum pindah tolong ganti alat tangkapnya,” jelasnya.

Soal biaya pergantian alat tangkap, Susi mengajak perbankan terjun membantu nelayan memberikan pinjaman. “Untuk ganti alat tangkap, perbankan siap memberikan pinjaman,” ujar Susi.

Sebelumnya, KKP memberikan peluang cantrang beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Indonesia (WPPNRI) hingga Desember 2016. Berdasarkan SE No: 72/MEN-KP/II/2016, tentang Pembatasan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Cantrang di WPPNRI. Nelayan tetap wajib mengganti cantrang dengan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan demi kelangsungan sumberdaya ikan.

KKP telah mengundangkan Permen No 2/PERMEN-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di WPPNRI bukanlah tanpa alasan karena alat tangkap tersebut termasuk dalam alat tangkap yang dapat merusak habitat ikan.

Hal ini sejalan dengan Pilar Pembangunan Kelautan dan Perikanan, yaitu keberlanjutan (sustainability) sumber daya ikan yang dapat membuat kualitas perikanan Indonesia meningkat di mata dunia, sehingga pertumbuhan ekonomi sektor perikanan Indonesia semakin kuat dengan berbasis ekosistem. (sak)