Siswa Mengenal Nusantara, Ajang Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme
KOMUNITAS PERISTIWA

Siswa Mengenal Nusantara, Ajang Menumbuhkan Jiwa Nasionalisme

Dalam rangka Peringatan HUT Ke-71 RI, Kementerian BUMN melaksanakan program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) yang mengajak ribuan pelajar SMA di Indonesia saling berkunjung ke berbagai provinsi di Tanah Air.

Termasuk Pelindo III, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) dan PT Semen Baturaja yang bersama menjadi fasilitator 20 siswa SMA terbaik dari Bali berpetualang selama seminggu penuh di Palangkaraya, Katingan, dan Kotawaringin Timur di Kalimantan Tengah. Dua siswa tuna rungu berprestasi turut bergabung di antara delegasi siswa berprestasi tersebut.

“Program SMN mengusung tema ‘Indonesia Negeri Kebanggaanku’, sebagai bentuk kontribusi BUMN dalam membangun kapasitas nasional yang tidak hanya dari sisi bisnis dan perekonomian, tetapi juga melalui generasi penerus bangsa,” jelas Kahumas Pelindo III Edi Priyanto, saat menerima kedatangan para siswa Bali di Palangkaraya, Senin (1/8).

Pada kesempatan tersebut, siswa mendapatkan paparan tentang profil Provinsi Kalteng dan peran BUMN bekerja meningkatkan daya saing bangsa. Siswa juga diajak berkunjung ke salah satu pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang dibiayai Sarana Kalteng Ventura, sebagai anak perusahaan Bahana Artha Ventura (BAV).

BAV sendiri adalah anak perusahaan BPUI. Kegiatan lainnya antara lain akan dilakukan kunjungan ke Pelabuhan Bagendang yang dikelola Pelindo III. “Pelajar bisa melihat langsung bagaimana Pelindo III mengelola Pelabuhan Bagendang dengan kinerja bongkar muat yang efisien, sehingga pelabuhan bisa menjadi gerbang logistik yang produktif di Pulau Kalimantan,” jelas Edi.

Fajar Wibhiyadi, Deputy Direktur Operasional BPUI menambahkan agar apa yang diperoleh selama menjalankan program kegiatan ini, siswa dapat berkontribusi terhadap daerah asalnya, Bali, dengan mengimplementasikan apa yang diperoleh di Kalimantan Tengah.

“Kami mengharapkan siswa terpilih dari Bali dapat menggali wawasan secara dalam, baik dari segi pendidikan, sosial budaya dan kemandirian wirausahanya,” tambahnya.

Selama di Kalteng mereka berpetualang ke sejumlah destinasi wisata alam dan budaya, mulai mengunjungi Monumen Soekarno, Patung Jelawat, dan suaka konservasi orangutan (Pongo pygmaeus) di Arboretum Nyaru Menteng, mengeksplorasi alam Danau Tahai dan Rungan Sari, serta bertamu ke Suku Dayak di Desa Parit.

Kebanggaan pemuda pada Indonesia akan lebih tumbuh dengan mengajarkan mereka untuk melihat perbedaan dan keanekaragaman budaya Nusantara sebagai kekayaan negara untuk bersatu menghadapi kompetisi global.

Tak hanya berwisata, delegasi putra-putri terbaik Pulau Dewata juga akan mengunjungi sekolah favorit di Kalteng, salah satunya SMA 5 Palangkaraya.

“Sebagian siswa-siswi SMA 5 Palangkaraya berasal dari berbagai kabupaten lain yang lokasinya cukup jauh dari Kota Palangkaraya. Siswa dari Bali yang provinsi tempat tinggalnya tidak seluas Provinsi Kalteng sehingga relatif lebih memadai kondisi geografis dan transportasinya, dapat belajar dari pengalaman temannya di sini. Mereka juga bisa bertukar cerita dan pemahaman tentang budaya masing-masing,” ungkap Edi.

Untuk makin memperdalam pemahaman pada kehidupan warga sekitar, mereka juga berkesempatan menginap (live in) di rumah penduduk. “Kesempatan tersebut menjadi momen berbagi, manfaatnya tidak hanya bagi siswa, tapi penduduk yang menjadi tuan rumah juga memperoleh pemahaman dari kebersamaan itu,” ujar Meriadi Kepala Biro Kemitraan dan Bina Lingkungan (KBL) PT Semen Baturaja.

Mengingat berharganya pengalaman siswa selama perjalanan, Pelindo III memberikan pembekalan yang tak kalah penting, yakni keterampilan menulis.

“Materi ini sangat berguna karena pada penghujung kegiatan, para siswa Bali akan mempresentasikan pelajaran yang mereka dapatkan dari pengalaman mengikuti SMN ke perwakilan Kementerian BUMN, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pariwisata,” kata Edi.

Para siswa juga diarahkan membagikan pengalaman berharga mereka melalui media sosial dan blog, sehingga dapat diketahui khalayak yang lebih luas.

“Kanal di internet seperti media sosial dan blog perlu digunakan untuk memaksimalkan tersebarnya pengalaman siswa selama belajar mengenal Nusantara. Agar menjadi viral dan menginspirasi anak Indonesia lainnya untuk bangga terhadap Indonesia,” pungkas Edi. (sak)