‘Merdeka Ekspor’ dari Pelabuhan Makassar
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

‘Merdeka Ekspor’ dari Pelabuhan Makassar

PT Pelindo IV bersama Pemprov Sulawesi Selatan melakukan soft launching ekspor 31 komoditas ke 34 negara tujuan dalam rangka “Merdeka Ekspor”, yang digelar Sabtu (27/8). Pada kegiatan memeriahkan peringatan Kemerdekaan RI ke-71 itu diberikan insentif 15-50 persen bagi stakeholder yang melakukan ekspor tepat pada hari tersebut.

“Hal itu sebagai bentuk aktualisasi, bagaimana Pelindo IV memberikan ‘kemerdekaan’ kepada stakeholder untuk melakukan ekspor. Juga sebagai daya rangsang bagi stakeholder melakukan ekspor dari Pelabuhan Makassar,” jelas Sekretaris Perusahaan PT Pelindo IV Baharuddin M.

Menurutnya, ekspor 31 komoditas dengan total 1.446 kontainer yang dilakukan melalui Pelabuhan Makassar tersebut, merupakan ekspor langsung ke negara tujuan, di antaranya Makassar-Tokyo dan Makassar-Hongkong.

Sebelumnya, Pelindo IV sudah melakukan pengepakan barang langsung ke luar negeri atau direct call dari Pelabuhan Makassar sejak 5 Desember 2015, bekerjasama dengan perusahaan pelayaran asal Hongkong, SITC Countainer Lines Co.

Hingga kini, aktivitas pengiriman barang langsung ke luar negeri tersebut terus mengalami peningkatan. Awalnya hanya 48 kontainer per minggu, kini meningkat jadi 350 kontainer per minggu dan 60 persen didominasi oleh komoditas rumput laut.

Gubernur Sulawesi Selatan yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, saat ini Sulsel merupakan penyangga bagi daerah lainnya terutama Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Pokoknya, Sulsel siap menjadi penyangga utama maritim di kawasan ini,” tegas Syahrul ketika menghadiri Pembukaan Rapat Kerja (Raker) Tahunan ke-2 Pelindo IV.

Kegiatan ‘Merdeka Ekspor’ ini lanjut dia, sebagai upaya Pemprov Sulsel meningkatkan ekspor sebanyak tiga kali lipat dari Sulawesi Selatan yang memang terkenal sebagai penghasil berbagai komoditas seperti beras, kakao, kopi, rumput laut, udang, ikan dan masih banyak lagi.

Diharapkan, ‘Merdeka Ekspor’ tahun ini mampu memberikan motivasi para pemangku kepentingan, termasuk para kepala daerah dan semua stakeholder yang ada di Sulsel.

Syahrul menambahkan, momen ‘Merdeka Ekspor’ merupakan terobosan terbesar yang selama ini dilakukan Pemprov Sulsel sejak 71 tahun Indonesia merdeka. Diharapkan, momen ini bisa mengulang kejayaan Pelabuhan Makassar di masa lalu, dengan ekspor langsung dari Makassar.

Selain melakukan kegiatan ekspor langsung 34 komoditas, juga ada pemberian penghargaan dari Gubernur Sulsel kepada pihak yang berpartisipasi maksimal dalam kegiatan ekspor langsung atau direct call, yaitu Pelindo IV yang akan diterima langsung Dirut Pelindo IV Doso Agung, Otoritas Pelabuhan (OP) Makassar, INSA Cabang Sulsel, APBMI Sulsel, ALFI/ILFA Pelabuhan Makassar, ALFI/ILFA Sulsel, ALFI/ILFA pusat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Bea Cukai Pelabuhan Makassar, Imigrasi Makassar dan SITC, serta eksportir dan importir potensial.

Buka 4 Koridor Ekspor Langsung
Sementara itu, Pelindo IV hingga Desember berencana membuka empat koridor untuk ekspor langsung ke luar negeri, yaitu koridor 1 dan 2 di Sulawesi, yaitu Makassar dan Bitung, koridor 3 di Kalimantan yaitu Balikpapan dan Kalimantan Utara, serta koridor 4 di Papua.

Dirut Pelindo IV Doso Agung mengatakan, saat ini untuk koridor 1 sudah dibuka, yaitu direct call atau sistem pengapalan langsung ke luar negeri dari Pelabuhan Makassar yang sudah berlangsung sejak 5 Desember 2015.

“Di Makassar, selain direct call, kami juga menghimpun kargo dari Papua, Kalimantan, Kendari dan Palu. Jika empat koridor ekspor langsung sudah terbuka semuanya, nantinya kargo tidak hanya melalui Makassar, tetapi juga bisa melalui pelabuhan lainnya,” jelasnya.

Menurut dia, selama ini sebenarnya banyak investor yang melirik Merauke sebagai salah satu wilayah di Indonesia Timur yang punya banyak potensi. Namun, keterbatasan infrastruktur dan konektivitas, membuat para investor mengurungkan niat baik mereka untuk berinvestasi.

Hal itu lanjut Doso Agung, membuat pihaknya terpikir membuka empat koridor ekspor langsung dari KTI. “Rencannya, akhir Agustus ini Pelindo IV membuka direct call dari Pelabuhan Bitung sebagai koridor 2,” kata dia.

Selain Pelabuhan Bitung, Pelindo IV juga memiliki cabang Terminal Petikemas Bitung (TPB) dengan jumlah kargo yang menumpuk lumayan banyak.

Kemudian, pada September nanti, akan dibuka direct call dari Balikpapan sebagai koridor 3. “Di Balikpapan kami punya dua pelabuhan, yaitu di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Selain ada cabang Pelindo IV, kami juga punya anak usaha yaitu PT Kaltim Kariangau Terminal yang nantinya bisa membantu mewujudkan rencana tersebut.”

Selanjutnya, pada Desember 2016, Pelindo IV juga akan membuka jalur direct call dari Papua, sebagai koridor 4. “Nantinya, jalur direct call dari Papua juga akan konektivitas dengan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” tukasnya. (sak)