Metal Detector di Balai Kota Surabaya
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Metal Detector di Balai Kota Surabaya

Gedung Balai Kota Surabaya kini dipasang empat alat pemeriksaan metal (metal detector). Dua titik di kantor Balai Kota, yakni pintu masuk di depan dan pintu masuk Kantor Pemkot Surabaya. Serta satu lagi di rumah dinas WaliKota.

Tindakan peningkatan keamanan ini sepertinya ada kaitannya dengan peristiwa ancaman bom beberapa hari yang lalu, dengan tuntutan dibukanya kembali lokalisasi Dolly, meskipun akhirnya tidak terbukti.

Sistem keamanan ini pun diperketat sejak ancaman bom yang menginginkan prostitusi Dolly dibuka kembali.

Pemasangan alat ini, tidak hanya untuk para tamu melainkan, semua pegawai Pemkot Surabaya pun tak luput dari pemeriksaan. Petugas dari Linmas Surabaya, akan memeriksa semua barang yang dibawa.

Sementara itu, di rumah dinas Walikota nampak lebih ketat. Pagar rumah dinas yang biasanya terbuka, kali ini tertutup. Petugas pun tampak sangat selektif menerima tamu, termasuk wartawan.

Tapi suasana di rumah dinas tampak lengang karena tak ada kegiatan. Namun, penjagaan lebih ketat dibandingkan pada hari-hari sebelumnya.

Kepala Bakesbangpol Linmas Kota Surabaya Sumarno mengatakan, peningkatan keamanan ini untuk memcegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Terlebih, terkait ancaman bom di Kantor Balai Kota pada Rabu (20/10) malam. Oleh karena itu, Pemkot Surabaya lebih meningkatkan keamanan dengan menggunakan metal detector.

“Selain personel, juga ada alat bantu berupa metal detector. Untuk personel, ada 30 anggota yang berjaga. Di rumah dinas walikota misalnya, biasanya lokasi yang termasuk objek vital ini dijaga empat petugas Linmas. Sekarang dijaga 12 orang petugas,” kata Sumarno kepada media.

Hasil dari pemeriksaan polisi lanjut Sumarno, tidak ditemukan benda-benda mencurigakan pasca ancaman teror bom di Kantor Bali Kota Surabaya. Tidak hanya itu, Sumarno akan memaksimalkan pelatihan petugas dalam mengoperasikan alat metal detector.

“Karena, pengoperasian alat ini tidak mudah. Tidak seperti menyalakan senter,” jelas Sumarno.

Tidak hanya Linmas, pelatihan pengoperasian alat metal detector juga akan diterapkan untuk anggota Satpol PP dan Pamdal. Walaupun pelatihan belum selesai, petugas yang sudah mendapat pelatihan sudah dikerahkan.

“Penerapan ini memang sudah seharusnya bisa dilakukan oleh Linmas, Satpol dan Pamdal. Jadi, ketika ada ancaman serupa kita bisa langsung mengatasinya seperti apa dan tentunya kita juga bekerjasama dengan kepolisian,” tandasnya. (yul)