Minim Pengawasan, Pertamini Menjamur
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Minim Pengawasan, Pertamini Menjamur

Penjual bensin dengan merek dagang ‘Pertamini’ kian menjamur. Bahkan, kini tampilan dispenser Pertamini hampir menyerupai dengan dispenser milik Pertamina. Dispenser tersebut bahkan memakai teknologi digital yang merupakan versi baru dari dispenser Pertamini manual.

Dalam dispenser ada logo dengan tag line ‘Pasti Puas’. Tagline yang diusung Pertamini tersebut tidak berbeda jauh dengan milik Pertamina yang berbunyi ‘Pasti Pas’. Sementara, logo dan warnanya, tidak ada perbedaan sama sekali.

Alat penakar atau selenoid valve untuk menerima pembelian juga tidak berbeda jauh dengan milik Pertamina. Hanya saja, dispenser mini digital ini tidak menggunakan tangki pendam melainkan hanya diletakan di dalam dispenser sehingga mudah dibawa-bawa dan diisi ulang.

Tampilan noozle milik Pertamini juga menggunakan kode warna yang sama. Biru untuk Pertamax dan Kuning untuk Premium. Kapasitas tangki Pertamini ini mencapai 200 liter.

Sementara untuk harga, penjual bensin Pertamini bebas mengatur harga per liternya pada mesin dispenser. Biasanya, penjual mengambil selisih harga mulai Rp 500 hingga Rp 1.000 per liter. Selisih harga tersebut merupakan keuntungan penjual. Bahkan jika di SPBU Pertamina harga Pertalite Rp 6.900 per liter, mereka bebas menjual Rp 8.000 per liter.

Cara pendistribusiannya dilakukan dengan cara membeli bensin dari SPBU Pertamina yang kemudian dituangkan kembali dalam tangki dispenser Pertamini. Untuk satu buah Dispenser Pertamini tipe standar seharga Rp 5,9 juta sedangkan yang Digital dijual Rp 30 juta.

VP Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan, kehadiran Pertamini adalah ilegal karena tidak memiliki izin. Pihaknya pun akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM untuk menindaklanjuti nasib Pertamini. (sak)