Museum Caffe, Menunya Istilah Kedokteran
CANGKIR KOPI KOMUNITAS PERISTIWA

Museum Caffe, Menunya Istilah Kedokteran

Satuan Usaha Akademik (SUA) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) menambah outlet baru. Setelah sebelumnya memiliki bidang jasa dengan membuka outlet Kantor Pos, rumah ATM (Anjungan Tunai Mandiri) beberapa bank, Medicine Caffe dan Kafe Tennis, kini outlet baru diresmikan Dekan FK Unair yaitu “Museum Caffe”.

Dekan FK Unair Prof Dr Soetojo dr SpU(K) meresmikan arena santai dan rehat itu bersamaan dengan senam dan jalan sehat sivitas FK Unair, Minggu (21/8) lalu. Kafe ini menempati sebagian ruang di sisi depan sebelum pintu masuk Museum FK Unair.

Persisnya di bagian sudut sebelah kanan gedung FK Unair Jl Prof Dr Moestopo 47 Surabaya. Gedung FK peninggalan Netherlands Indische Artsen School (NIAS) itu sudah menjadi bagian dari Heritage Kota Surabaya.

”Museum Kedokteran FK Unair ini sudah sering dikunjungi wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik, sehingga sekalian dengan itu kita sediakan arenanya untuk menunjang kehadirannya agar lebih nyaman,” kata Prof Soetojo saat peresmian kafe.

Pada teras kafe yang dilengkapi meja-kursi dan dilengkapi wifi itu, Dekan berharap hendaknya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya baik pengunjung museum, dosen, mahasiswa dan karyawan baik untuk rehat siang, belajar dan diskusi.

Sementara Ketua Satuan Usaha Akademik (SUA) FK Unair, dr Lynda Hariani SpBP-RE menjelaskan kafe yang dipimpinnya ini hanya buka mulai pagi hingga sore pada jam kerja, sesuai jam kerja dan jam buka Museum Kedokteran. Karena berada di FK maka ornamen kafe pun dihiasi benda-benda yang akrab dengan masalah kedokteran.

Misalnya hiasan yang terbuat dari batu gif bekas cetakan hidung orang-orang yang pernah minta dioperasi hidungnya di Bagian Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik RSUD Dr Soetomo/FK Unair. Kemudian belasan stetoskop yang sudah tidak dipakai lagi dan dimanfaatkan sebagai hiasan pada bagian atap kafe.

”Tetapi spuit-spuit disposable ukuran 20 CC ini baru semua, karena kalau bekas maka sangat riskan dengan kuman dan sebagainya, sehingga selain berbahaya juga imagenya jelek. Jadi spuit ini baru semua,” kata dokter Lynda, sambil menunjuk hiasan di bagian depan dinding meja kafe.

Termasuk yang unik juga, karena di Museum Caffe dan lokasinya di FK, maka nama-nama menu makanan yang disajikan pun menggunakan beberapa istilah kedokteran. Misalnya, sebut dr Lynda, yang dinamai Poliappendix itu adalah mie. Kemudian hemorraghyc villous (spagheti), risoleus (risoles), Fat Layer Fancy (makaroni skotel). Pada minumannya, selain teh dan kopi, juga ada plasma infussion (es markisah), Lactotea Mixtura Drink (teh susu), dan Healthy Bloody Mary (jus tomat). (sak)