Nabila: Bakat Alami Disainer Cilik
PERISTIWA PROFIL

Nabila: Bakat Alami Disainer Cilik

Kecil-kecil cabe rawit. Itulah sosok Nabila Aulia Rahmah, disainer cilik busana muslim itu terpilih sebagai wakil Pemilihan Pelajar Pelopor 2016 tingkat Surabaya yang digelar Dinas Pendidikan.

Sebagai perwakilan sekolahnya SMP Al Hikmah, siswa kelas 8 itu diusulkan kategori Enterprenur. “Alhamdulillah, ada 2 orang yang diusulkan dari sekolahan. Saya untuk katagori Enterprenur. Mohon doa dan dukungannya yaa,” kata Nabila kepada media di Surabaya.

Terpilihnya remaja kelahiran 28 Desember 2012 tak lepas dari profesinya sebagai disainer cilik. Di kalangan penggemar mode, khususnya busana muslim, label Nabeela tak asing lagi. Itulah brand dari puteri pasangan Dodi Aprinanta dan Titin Wiyantini.

Keterlibatan Nabila di dunia mode tak lepas dari hobinya menggambar sejak balita. Oleh ibunya, remaja tanggung ini diperkenalkan pada dunia fashion desainer. Pemilihan bidang yang akhirnya menjadi profesi Nabila terjadi secara kebetulan.

Pada Oktober 2014 lalu Nabila diajak Titin ke Royal Plaza, yang tengah menggelar acara fashion show. “Pas juga bawa buku gambar dan diajak ke stan desainer Alphiana Chandrayani diajak mengambar,” papar bungsu tiga bersaudara ini.

Tertarik dengan gaun yang dipamerkan, Nabila menuangkannya dalam coretan di buku gambarnya. Alphiana melihat hasilnya dan menyarankan Nabila diarahkan agar hobinya tersalurkan. Maka menginjak kelas V SDIT Al Ibrah Gresik, Nabila diantar ke rumah Alphiana untuk kursus desain.

Awalnya, Nabila gugup karena dirinya paling muda. Peserta kursus mulai pelajar SMA hingga usia 40 tahunan. Tapi Nabila malah dinilai paling unggul saat menerima pelajaran.

“Dari situlah saya tertarik fashion desian,” jelas remaja yang baru saja mengikuti ‘9th Surabaya Fashion Parade’ Mei 2016 lalu yang di Tunjungan Plaza.

Pertama kali, Nabila menampilkan karyanya pada Moslem Fashion Festival 2014 digelar Royal Plaza. Meski tak dapat juara, Nabila cukup senang. Busana bertema mexico batiknya terjual Rp 1,8 juta. Nabila puhn makin keranjingan mengikuti kompetisi.

Puncaknya, melalui organisasi IWAPI pada Nopember 2015 Nabila diajak fashion show sebagai designer atas undangan Kementerian Pariwisata dalam pameran pariwisata Indonesia di di White Sand Mall Singapura.

“Itu pertama kali saya menggelar karya di luar negeri. Bangga dan terharu karena saya paling kecil,” tambah gadis kini yang tergabung dalam Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Surabaya tersebut. (sak)