Nadia: Lulus Terbaik S2 Dibantu Ojek
PERISTIWA PROFIL

Nadia: Lulus Terbaik S2 Dibantu Ojek

Keterbatasan sarana transportasi dan tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) bukan kendala bagi Nadia Rohmatul Laili MKep menyelesaikan studinya di program Magister (S2) Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga. Malah Nadia terpilih sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,98.

Dengan tersediaan aplikasi ojek online mempermudah baginya keliling mengambil data penelitian di semua Puskesmas di Surabaya.

Ia butuh waktu tujuh minggu untuk mengambil data itu. Lalu Nadia mencari pengemudi ojek yang mau mengantarkan untuk waktu berminggu-minggu itu. Seorang driver ojek online menerima tawaran itu, jadilah sang tukang ojek menjadi partner Nadia antar-jemput saat ia polling data.

“Saya serahkan daftar Puskesmas se-Surabaya beserta alamatnya, dia yang menentukan Puskesmas mana dulu yang harus dituju. Malah kadang ia mengingatkan bahwa saya ada janji dengan kepala Puskesmas tertentu, hari apa jam berapa. Jadi selain dapat driver, saya serasa punya asisten penelitian,” katanya.

Terkait tesisnya, Nadia mengangkat penelitian berjudul ‘Perilaku Perawat dalam Penerapan Edukasi Diabetes Mellitus berbasis Theory of Planned Behavior’. Ia mengulas mengenai tindakan penerapan edukasi Diabetes Mellitus oleh perawat Puskesmas se-Kota Surabaya yang berjumlah 62 Puskesmas ini.

Usaha dan kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil memuaskan. Ia meraih nilai A untuk tesisnya. Gadis asal Sidoarjo ini mengaku bahwa niat, komitmen, dan disiplin pada dirinya merupakan hal yang penting untuk meraih hasil yang memuaskan ini.

“Tiap ada tugas kuliah atau ujian, saya selalu membuat janji dengan diri saya: kapan harus mengerjakan, harus belajar, dan bagaimana harus mengerjakan,” katanya.

Atas predikat wisudawan terbaik ini, Nadia merasa senang karena mampu membahagiakan orang tuanya. Ia bercita-cita untuk menjadi seorang akademisi, sehingga dirinya tetap fokus pada penelitian Diabetes Mellitus (DM) seperti yang ia tekuni ketika kuliah SI.

“Saya berterima kasih kepada orang tua, para dosen, dan teman-teman yang sudah memotivasi dan membantu mengerjakan tesis ini. Saya juga berterimakasih kepada tukang ojek itu, karena mau saya ajak curhat dan diskusi masalah tesis meskipun nggak ada background keperawatan,” katanya bangga. (sak)