Ngebuat.com Menuju Portal Masa Depan
KOMUNITAS PERISTIWA

Ngebuat.com Menuju Portal Masa Depan

Ngebuat.com: Dari PIMNAS Menuju Portal Masa Depan

Awalnya, hanyalah mimpi membagikan semangat berkarya ke seluruh pelosok Indonesia yang dimiliki beberapa mahasiswa ITB. Berbekal inovasi yang membumi dan ketulusan hati, Ngebuat.com mengajak masyarakat menciptakan kreasi-kreasi secara mandiri melalui bahasa yang mudah dimengerti.

Pada Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) yang ke-29 di IPB, tim Ngebuat.com terdiri Jonathan Pribadi (Teknik Tenaga Listrik 2012), I Wayan Kurniawan Aditya W. (Teknik Tenaga Listrik 2012), Diardano Raihan (Teknik Elektro 2012), dan I Wayan Palaguna Krisnadi (Teknik Tenaga Listrik 2013), berhasil membuktikan potensinya. Mereka meraih medali emas pada Program Kreasi Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) dengan segala keunikan dan kejutannya.

Gagasan membuat situs berbasis swakriya, atau lebih dikenal dengan DIY (do it yourself), dseperti dirilis Humas ITB, tercetus ketika melihat sifat masyarakat Indonesia yang cenderung lebih konsumtif dibandingkan produktif.

Padahal, benda-benda yang terlihat dibuat dengan profesional dan dijual di pasaran dapat dibuat dengan mudah asalkan langkah-langkah pengerjaannya diketahui.

Karena itu, keempat mahasiswa yang sekarang sudah lulus ini terpacu melengkapi Ngebuat.com dengan tutorial-tutorial berisi keterangan yang jelas, seperti alat dan bahan, langkah pengerjaan secara bertahap, serta foto-foto yang dapat mempermudah proses pembuatan.

Hasil karya dari instruksi yang disediakan Ngebuat.com dibagi menjadi empat kategori besar, yaitu teknologi, makanan, dekorasi, dan kerajinan tangan.

Untuk memajukan Indonesia lewat peningkatan produktivitas karya ini, tentu harus ada target dari tim Ngebuat.com. “Kami juga tidak hanya ingin menjangkau setiap individu, tetapi juga setiap komunitas pengkaryaan yang ada dari Sabang sampai Merauke. Kami juga ingin masyarakat dapat saling bertukar ide dan pikiran tentang karya dengan Ngebuat.com, sehingga hal-hal yang selama ini belum terekspos pun dapat muncul,” tutur Diar.

Menuju PIMNAS
Perjalanan menuju PIMNAS sendiri tidaklah mudah. Mereka harus bekerja keras mempelajari pemrograman dan hal-hal lain yang diperlukan dalam membuat situs Ngebuat.com di antara kesibukan-kesibukan lainnya. Seperti mengerjakan Tugas Akhir (TA) yang menjadi kewajiban mereka sebagai mahasiswa semester 8 pada saat itu. Selain itu, tim Ngebuat.com juga berusaha membuat strategi unik dan kreatif menghadapi presentasi.

Menjadikan Ngebuat.com mempunyai ciri khas dan mudah diingat oleh para juri, ketika berkompetisi dengan seluruh peserta lainnya, bukanlah hal yang mudah. Pada akhirnya, dengan presentasi yang dikemas dalam bentuk talkshow interaktif, Ngebuat.com berhasil memukau penonton dengan konsepnya yang menarik dan tiada duanya.

Proses ini tentu tidak lepas dari dukungan beberapa pihak, contohnya Lembaga Kemahasiswaan (LK), dosen pembimbing, Kak Ubay, dan Barudak ITB Juara, yang dulu bernama Satgas PKM. “Tanpa mereka, kita tidak mungkin sampai di sini,” aku Jonathan.

Perjuangan mereka tidak berhenti sampai di sini. Selepas PIMNAS, mereka bertekad mengembangkan dan memperbaiki Ngebuat.com hingga dapat dipakai masyarakat luas dengan lebih baik lagi.

Dengan adanya Ngebuat.com, mereka berharap ketertarikan masyarakat Indonesia membuat karya terwadahi dan dapat tersalurkan, bahkan dapat membentuk kolaborasi antar komunitas.

“Pemenang sejati adalah orang yang selalu bekerja dengan tulus hati. Kemenangan bukanlah sesuatu yang harus direncanakan atau dipikirkan. Dengan ketulusan hati tersebut, biarlah waktu yang menjawab,” pesan salah satu anggota tim Ngebuat.com.

Menurut mereka, adalah kontribusi dan hasil kerja nyata dari ketulusan yang dapat meraih kemenangan. (sak)