Ngopi Bareng Ser-Ser Rekor MURI 1 Oktober
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Ngopi Bareng Ser-Ser Rekor MURI 1 Oktober

Acara “Ngopi Bareng Seruput Serentak (Ser-Ser) Bersama Rakyat dan TNI” di Lapangan Makodam V Brawijaya pada 1 Oktober bakal memecahkan rekor MURI dengan jumlah peserta ngopi bareng bersama sekitar 30.000.

Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H Saifullah Yusuf selaku penggagas acara mematangkan persiapan acara tersebut dengan Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Rahmat Pribadi di Ruang Rapat Kodam V/ Brawijaya, Surabaya, Rabu (28/9).

“Persiapan kegiatan ini sudah kami lakukan sejak dua bulan lalu, dan mendekati hari pelaksanaan semua progress berjalan sesuai rencana,” ungkap Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim.

Koordinasi juga terus dilakukan dengan pihak sponsor dan pihak terkait lainnya, baik TNI maupun EO guna mempersiapkan segala kemungkinan untuk kesuksesan acara.

Acara tersebut akan dipusatkan di Lapangan Makodam Brawijaya pada Sabtu 1 Oktober 2016 pukul 19.00 hingga selesai. Even itu nantinya akan dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Anom Suroto, Cak Kartolo dan Cak Lontong.

“Kegiatan ini digelar untuk memeriahkan HUT ke-71 TNI yang jatuh pada tanggal 5 Oktober 2016, Peringatan Hari Kopi Internasional 1 Oktober 2016, syukuran atas penetapan Keppres tanggal 1 Juli 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila. Sekaligus juga pemecahan rekor MURI ngopi bareng di 1.200 warkop yang tersebar di wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto.

Gus Ipul mengatakan, even tersebut juga sebagai bentuk penghargaan kepada warkop yang telah memberikan kontribusi pada pertumbuhan perekonomian rakyat. Menurutnya jika di seluruh wilayah Jatim terdapat 50.000 warkop, dan tiap harinya beromset Rp 1 juta, maka dalam sehari terdapat perputaran uang sebesar Rp 50 miliar.

“Jumlah sekian baru berasal dari warkop, padahal ekonomi di sekitar warkop juga ikut terangkat, karena masyarakat bisa menitipkan berbagai jajanan seperti kue atau nasi bungkus,” terangnya.

Ditambahkan, ngopi bareng rakyat dan TNI itu nantinya akan dihadiri sekitar 30 ribu pengunjung dengan rincian 20 orang di masing-masing warkop, 4.000 orang anggota TNI, dan 2.000 orang penggemar wayang. (sak)