Nominator Kompetisi Halal Lewat E-Voting
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Nominator Kompetisi Halal Lewat E-Voting

Setelah sukses meraih tiga penghargaan (awards) pada ajang kompetisi pariwisata halal dunia (World Halal Travel Awards/WHTA) di Uni Emirat Arab Oktober 2015 lalu, tahun ini Indonesia kembali akan mengikuti WHTA 2016 dengan menyertakan pemenang ajang Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) 2016 yang diselenggaraan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H) Kemenpar Riyanto Sofyan mengatakan, penyelenggaraan KPHN 2016 merupakan program kerja TP3H sebagai persiapan keikutsertaan Indonesia di ajang WHTA.

Saat ini Dewan Juri Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) 2016 yang dibentuk TP3H telah memilih 113 destinasi dan industri pariwisata nasional menjadi nominator.

“Nominator akan dipilih yang terbaik oleh masyarakat lewat e-voting secara online mulai 26 Agustus hingga 15 September. Pemenang KPHN 2016 akan diusulkan mengikuti kompetisi pariwisata halal internasional mewakili Indonesia,” kata Riyanto Sofyan didampingi Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Budaya Kemenpar yang juga sebagai Sekretaris TP3H Lokot Ahmad Enda Siregar kepada media di Gedung Sapta Pesona Jakarta, pekan lalu.

Pemilihan nominator KPHN 2016 melalui e-voting dapat diakses pada www.halaltourism.id atau tautan https://www.surveymonkey.com/r/pariwisatahalal2016, dan penganugerahan penghargaan (award) KPHN 2016 direncanakan 27 September 2015 mendatang.

Nominator dipilih dari para pendaftar dan rekomendasi TP3H. Rapat pleno juga memutuskan memperluas kategori dengan mengakomodasi kearifan lokal. Panitia mengapresiasi industri pariwisata halal yang mengusung local wisdom (kearifan lokal).

“Kami berupaya mendorong pengembangan pariwisata nasional melalui industri pariwisata halal (halal tourism) atau pariwisata ramah wisatawan muslim (muslim friendly tourism) dengan menetapkan aspek profile, key achievment, unique characteristics sebagai penilaian utama dalam KPHN 2016,” kata Riyanto.

Dalam aspek penilaian profile, menurut Riyanto, meliputi pofil destinasi atau usaha serta komitmen pada kepatuhan memenuhi kebutuhan wisatawan muslim, sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman, penyediaan fasilitas kemudahan untuk beribadah, dan komitmen yang tergambar dalam kebijakan, struktur organisasi, kepemimpinan, sistem operasional.

Sementara aspek penilaian key achievements menggambarkan performance destinasi atau usaha, data pasar dan pekermbangannys, capaian dan target pasar, kepuasan konsumen, kinerja keuangan, sistem prosedur serta pembinaan SDM, sedangkan aspek unique characteristics merupakan inovasi dan terobosan produk dan pelayanan yang sesuai pada komitmen pemenuhan kebutuhan wisatawan muslim.

Kemenpar dalam ajang KPHN 2016 akan memberikan penghargaan kepada para pemenang berupa 15 Anugerah Pariwisata Halal Terbaik untuk 15 kai tegori, mulai dari Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik hingga Kuliner Halal Terbaik.

Tiga award yang diperoleh dalam ajang kompetisi pariwisata halal dunia di Uni Emirat Arab 2015 lalu adalah Lombok sebagai The World’s Best Halal Tourism Destination, Lombok sebagai The World’s Best Halal Honeymoon Destination, dan Sofyan Hotel Jakarta sebagai The World’s Best Family Friendly Hotel.

Awards ini membuktikan bahwa Indonesia merupakan destinasi favorit wisata halal dunia sekaligus semakin memantapkan tekad menjadikan wisata halal sebagai produk unggulan pariwisata nasional. (sak)