Olah Limbah Tahu Jadi Energi Listrik
PERISTIWA TEKNOLOGI

Olah Limbah Tahu Jadi Energi Listrik

Mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Yogayakarta (UNY) mengolah limbah cair tahu menjadi energi listrik. Dalam pembuatannya, mereka memanfaatkan bakteri yang disebut dengan Isolat Bakteri Escherichia Coli.

Energi alternatif dari limbah air tahu tersebut merupakan hasil penelitian mereka berjudul “HYPRO MEC (Hydrogen and Electricity Production by Microbial Electrolysis Cell) Sebagai Solusi Pengolahan Limbah Cair Tahu (Whey)”.

Para mahasiswa ini adalah Kirana Kristina Mulyono, Muhammad Wahyu Arif (Prodi Kimia), Akhidah Desiliani, Hajidah Musyayyadah (Biologi), dan Rizal Burhanudin (Pendidikan Kimia) dengan dosen pembimbing Anna Rakhmawati M.Si.

Kirana Kristina Mulyono, salah satu peneliti mengatakan, limbah tahu banyak dijumpai di Jogja. Salah satunya di Desa Trimurti, Srandakan, Bantul yang merupakan salah satu sentra penghasil tahu.

Berdasarkan hasil survei yang mereka lakukan, dalam satu hari, setiap industri rumah tangga mampu menghasilkan 800 liter limbah cair. Sehingga limbah cair yang dihasilkan per hari dari 50 industri tahu skala rumah tangga adalah sekitar 40.000 liter.

“Dari sekitar 40.000 liter limbah cair yang dihasilkan, hanya sekitar 40 persen yang sudah dimanfaatkan, sementara 60 persen sisanya dibuang di Sungai Progo tanpa proses pengolahan dan merupakan limbah yang berlebih,” ungkap Kirana.

Padahal, menurutnya limbah tersebut, termasuk limbah cair tahu yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik dengan pemanfaatan bakteri. Sistem yang digunakan adalah teknologi Microbial Fuel Cells (MFCs).

Pada penelitian ini dilakukan optimasi kinerja MFCs dengan memodifikasi bagian bejana katoda dengan mengisolasinya dari oksigen. Sedangkan pada bejana anoda menggunakan limbah organik dari limbah cair tahu sebagai sustrat sumber makanan bakteri Electrochemically Active Bacteria (EAB).

“Bakteri yang digunakan menggunakan bakteri Escherchia coli yang diisolasi dari feses sapi dan feses ayam,” ungkapnya. Selanjutnya, modifikasi dari MFCs yang dinamakan MEC (Microbial Electrolysis Cell) menghasilkan energi listrik dan hidrogen murni.

Proses isolasi bakteri Escherichia coli dilakukan dengan metode isolasi, kemudian dilakukan pengujian dengan menggunakan media spesifik CHROMagarTM Escherichia coli 0157.

“Penelitian ini termasuk jenis eksperimen laboratorium dengan subjek penelitian limbah cair tahu dan isolat bakteri E. coli, sedangkan objeknya adalah hasil produksi listrik dan hidrogen dengan MEC,”papar Kirana.

Kemudian, prosedur penelitian yang dilakukan dalam eksperimen ini terdiri dari preparasi awal yang terdiri dari preparasi substrat. Substrat yang perlu dipreparasi adalah limbah cair tahu dan glukosa yang akan dicampur dengan limbah cair tahu.

Selanjutnya dilakukan preparasi alat MEC, preparasi elektrolit, tegangan eksternal, merangkai alat MEC, eksperimen MEC, dan pengambilan data berapa kuat arus, tegangan listrik dan volume hidrogen. (sak)