Omaba, Kiat Bandung Brantas Gizi Buruk
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Omaba, Kiat Bandung Brantas Gizi Buruk

Pemkot Bandung meresmikan program Ojek Makanan Balita (Omaba) Go. Ojek ini mengantarkan makanan secara gratis kepada para anak balita yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Peresmian Omaba Go berlangsung di Gedung Serbaguna RW 11 Riung Bandung, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Selasa (6/9) lalu. “Jadi ini inisiatif masyarakat menyelesaikan problem masyarakat. Omaba ini memberikan makanan gratis kepada balita miskin, sehingga tidak ada lagi di wilayah ini balita gizi buruk,” ujar Walikota Bandung Ridwan Kamil di lokasi acara.

Ditempat yang sama Komite Kesehatan Omaba Go, Vita Vinera Wijaya mengungkapkan, Omaba ini merupakan strategi pendistribusian pemberikan makanan dan pemulihan bagi balita penderita gizi buruk.

“Agar sampai pada sasaran dan memastikan makanan yang dikonsumsi oleh balita ini makanan sehat. Ini merupakan bagian dari program coocking center,” ucap Vita.

Vita menjelaskan, pihaknya mendapat bantuan dari PT Pertamina melalui dana CSR dengan tema SEHATI (Sehat Ibu dan Anak Tercinta). Omaba Go ini merupakan pengembangan dari Pos Gizi SEHATI.

“Program penanggulangan gizi buruk ini kemudian dikembangkan pada tahun 2013 dengan mendirikan cikal bakal Dapur Omaba. Awalnya hanya memanfaatkan dapur sederhana di rumah warga,” ujar Vita.

Lalu bagaimana Tim Omaba bekerja? Setiap hari selama tiga bulan, tim Omaba bergerak sekitar pukul 08.00 WIB untuk mengantarkan makanan ke rumah-rumah warga miskin yang memiliki balita. Satu hari balita mendapat dua porsi makanan.

“Satu hari satu kali diantar, pagi-pagi. Tapi itu cukup untuk makan dua hari. Kalau dihargakan itu sekitar lima belas ribu,” kata Vita.

Sementara itu, Area Manager CSR dan SMEPP JBB Pertamina Sri Marjurias mengatakan, Pertamina membantu sarana Dapur Omaba untuk mengatasi permasalahan kesehatan termasuk gizi buruk. Selain sarana dapur, Pertamina juga membantu pengadaan motor Omaba.

“Sebagai BUMN, Pertamina tidak hanya fokus pada keuntungan. Tapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Kami berharap bantuan Dapur Omaba ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin serta dirawat bersama-sama,” tutur Sri. (sak/ist)