Otomatisasi Terminal Peti Kemas Semarang
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Otomatisasi Terminal Peti Kemas Semarang

Komitmen Pelindo III menuju terminal yang ramah lingkungan serta modern terus diwujudkan. Seperti yang dilakukan Pelindo III di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) dengan mengoperasikan peralatan angkat peti kemas otomatis, automatic rubber tyred gantry (ARTG).

“Ujicoba bongkar muat sudah dilakukan awal Juli pada muatan kapal MV Kanway Galaxy milik PT Samudera Indonesia yang memuat sekitar 600 boks peti kemas. Dari jumlah tersebut yang akan dibongkar di lapangan penumpukkan peti kemas sejumlah 200 peti kemas. Hasilnya berlangsung lancar, operasional TPKS semakin efisien,” ujar GM Pelindo III TPKS Erry Akbar Panggabean melalui rilis Humas Pelindo III.

Sebelumnya beberapa rangkaian uji coba terhadap kesiapan ARTG telah dilakukan untuk memastikan bahwa alat tersebut benar–benar siap melakukan kegiatan bongkar muat.

Seperti pada awal Juni lalu, telah dilakukan tes integrasi terhadap alat berat dengan tujuan melihat konektivitas alat dan sistem yang ada di TPKS. Hasil tes integrasi sangat bagus, karena sistem dan alat telah terkoneksi dengan baik.

Tidak berhenti sampai disitu, uji coba terhadap ARTG dilanjutkan dengan melakukan endurance test (tes ketahanan) selama 8 jam tanpa henti. Tes bertujuan mengetahui seberapa besar daya tahan alat saat melakukan bongkar muat. Seperti tes sebelumnya, endurance test menunjukkan hasil positif. Hingga akhirnya diputuskan ARTG siap ujicoba bongkar muat secara langsung.

“Dengan memanfaatkan ARTG, satu operator dapat mengoperasikan tiga ARTG sekaligus, otomatis dapat mempercepat proses receiving-delivery di TPKS. Bukan hanya itu, dari sisi planning juga jauh lebih akurat. Karena dalam lapangan ARTG mampu bekerja otomatis sesuai sistem yang diinput,” ungkapnya.

Kemudian dari sisi keamanan, pengoperasian ARTG juga dinilai mampu meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan TPKS. Sebab pengoperasian ARTG mampu meminimalisir masuknya tenaga kerja lain dan hanya menyisakan sopir truk dalam area lapangan penumpukkan peti kemas.

Menurut data Pelindo III, capaian TPKS selama 2016 menunjukkan tren positif. Tercatat kenaikan tiap bulan dibandingkan dengan waktu yang sama pada tahun lalu (yoy). Jika ditotal selama awal tahun hingga Mei 2016, kinerja bongkar muat yang ditorehkan TPKS mencapai 265.920 TEUs atau sejumlah 166.814 boks, sedangkan dalam kurun waktu sama pada 2015 tercatat 262.921 TEUs atau 162.861 boks.

Capaian TPKS hingga Mei sebesar 166.814 peti kemas tersebut sebenarnya sudah mencapai 41,18 persen dari target yang ditentukan. TPKS optimis mampu memenuhi target pada akhir tahun. Pasalnya hingga Juni terdapat tambahan 32.700 boks peti kemas sehingga dapat dikatakan dalam semester pertama, TPKS telah mampu mewujudkan 50 persen dari total target selama 2016.

Bukan hanya kinerja bongkar muat saja yang mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Ships call atau kunjungan kapal di TPKS juga meningkat. Jika tahun lalu tercatat 290 unit hingga Mei, maka tahun ini mencapai 312 unit untuk kurun waktu sama. Kenaikan lainnya yang berhasil ditorehkan TPKS terkait berat kotor kapal yang sandar. Hingga Mei 2015 tercatat 4.234.167 gross tonnage (GT) sedangkan Mei tahun ini sebesar 5.231.404 GT. (sak)