Para Eks TKI Sepakat Dirikan Koperasi
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Para Eks TKI Sepakat Dirikan Koperasi

Seorang mantan TKI ke Jepang, Kukuh Lukiyanto mengundang anggota DPR RI Eva Sundari bertemu dengan para TKI. Targetnya adalah mendirikan koperasi eks TKI sebagai strategi mengatasi persoalan ekonomi dan sosial mereka.

Kukuh Lukiyanto bukan eks TKI biasa. Nama berikut gelarnya adalah Dr Kukuh Lukiyanto ST MM MT. Kukuh adalah eks TKI yang menjadi doktor lulusan Universitas Brawijaya Malang. Dia membiayai kuliahnya dari hasil tabungan selama menjadi TKI di Jepang.

Pertemuan Kukuh, Eva Sundari dan para eks TKI itu berlangsung di Balai Surowadang Kec Kademangan Kab Blitar, (30/7) malam, dihadiri juga Kades Surowadang dan Kades Sumberrejo beserta beberapa perangkat dari dua desa tersebut.

Kukuh menyampaikan keinginan para eks TKI untuk mendirikan koperasi ditengah godaan untuk kembali menjadi TKI, demi memenuhi kebutuhan mendapatkan penghasilan. Mereka khawatir dengan fakta adanya perceraian yang tinggi. Tingkat perceraian di Kab Blitar adalah tertinggi kedua di Jatim. Keluarga yang berantakan di kalangan keluarga TKI.

Mereka ingin mengikuti sukses Koperasi Gunung Makmur yang anggotanya terdiri dari para pengusaha UMKM. Koperasi yang didirikan Kukuh ini dalam waktu lima tahun mengalami kemajuan signifikan, berupa keanggotaan yang semula hanya 20 orang, menjadi 200 orang. Serta omzetnya dari Rp 60 juta per tahun, kini menjadi sekitar Rp 11 miliar per tahunnya.

“Keamanan ekonomi keluarga yang stabil membuat para anggota selamat dari jebakan menjadi TKI. Koperasi dilihat sebagai jalan menuju stabilitas ekonomi para eks TKI,” kata Kukuh

Eva Sundari sendiri mengaku sangat gembira dengan pilihan mereka untuk mendirikan koperasi sebagai strategi mengatasi persoalan ekonomi dan sosial para eks TKI tersebut. “Koperasi selain adalah amanat konstitusi, terbukti sebagai badan usaha ekonomi yang efektif mengatasi kemiskinan komunitas, asal tidak terjebak dalam bentuk pilihan simpan pinjam,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Eve Sundari memberi beberapa contoh, agar koperasi itu bergerak di sektor energi seperti koperasi listrik di Amerika, produksi susu seperti Anlene atau transportasi kereta api seperti di Prancis, retail seperti Carefour, atau keuangan seperti Bank ABN Amro.

Dari dialog, para eks TKI membulatkan tekad, akan mulai mengurus status hukum organisasi koperasi dan segera mengadakan rapat anggota untuk menentukan core business koperasi mereka. Para eks TKI yang kebanyakan adalah pengusaha catering dan pembuat kue tersebut akan ‘belajar’ dulu dari Koperasi Gunung Makmur yang anggotanya terdiri dari pengusaha peternak ayam petelor. (sak)