Pasien Miskin Berobat Gratis di RS Habibie
KESEHATAN PERISTIWA

Pasien Miskin Berobat Gratis di RS Habibie

Presiden RI ke-3 BJ Habibie meresmikan gedung baru Rumah Sakit Khusus Ginjal (RSKG) Ny RA Habibie di Jalan Tubagus Ismail 46 Bandung. Pasien miskin yang datang ke rumah sakitnya bisa berobat gratis.

“Kalau memang tidak mampu membiayai, dia dapat dengan cuma-cuma. Ya, memang persyaratan gitu. Itu persyaratan dari ibu saya dan yang meneruskan adik kandung saya,” ujar Habibie kepada wartawan, Senin (8/8) lalu.

Saat peresmian gedung juga dihadiri Walikota Bandung M Ridwan Kamil, Ketua Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda Sri Sudarsono, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Keluarga Besar Habibie dan Keluarga Besar Sudarsono.

“Alhamdulillah ini adalah fasilitas rumah sakit ginjal terbaik di Indonesia itu hadir di Bandung dengan peresmian oleh Presiden Indonesia yang ketiga, Pak Habibie,” ucap Walikota Bandung Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil mengapresiasi keluarga besar Habibie yang memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan. RSKG Ny RA Habibie sendiri telah dibangun sejak 8 Agustus 1988 di Jl Aceh, Bandung atas prakarsa Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB) bekerjasama dengan Nefrolog Jawa Barat yang dipimpin Prof Dr Enday Sukandar SpPD-KGM.

Namun baru pada 1993, rumah sakit ini berpindah ke lokasi yang sekarang. Rumah sakit ini didirikan atas kolaborasi antara Nederland Batam Foundation (NEBA), Child Support Indonesia Foundation, Ton Donkersloot, dan Dialyse Centrum Groningen

Menurut Habibie, masyarakat yang tak punya apa-apa dipersilahkan datang dan diperiksa. Harapannya, RS Ginjal tersebut bisa benar-benar membantu sumber daya manusia Indonesia agar kesehatannya baik. “Dan bisa benar-benar bekerja produktif dan jadi unggul,” katanya.

Habibie menjelaskan, sebenarnya yang mahal dalam proses cuci darah adalah cairannya. RS Ny RA Habibie, sudah memiliki teknologi untuk membuat cairan sendiri. Bahkan, pihaknya sudah membantu beberapa kabupaten yang secara statistik di daerah tersebut banyak menderita gagal ginjal.

“Dikasih mesinnya cuma-cuma dan dikasih cairannya, tapi datang kesini, diambil,” katanya. Bahkan, dia mengatakan kalau ada petugas di daerah yang harus dididik, rumah sakitnya siap memberikan pelatihan. “Kita didik di sini. Kalau antar cairannya kita enggak kuat,” katanya.

Habibie mengatakan RS Ginjal ini ada dua yang besar yakni di Bandung dan Batam. Sekarang, yang ketiga masih dalam proses pembuatan dengan mengambil lokasi di Gorontalo. “Ada juga untuk mata di Bogor. Kita bantu keluarga di Indonesia sebagai mata air,” katanya.

Habibie mengatakan, dirinya dan keluarga ingin menyumbangkan karya nyata untuk pembangunan bangsanya. Semua orang pun, harus berusaha menjadi mata air. “Kalau setiap keluarga jadi mata air Indonesia akan semakin tenteram,” katanya.

Habibie mengatakan, jangan menyerahkan semua persoalan pada pemerintah. Karena, masyarakat justru bisa lebih kuat jika saling membantu.

Dalam acara peresmian rumah sakit tersebut, selain dihibur musisi Chakra Khan dan hidangan lezat sate maranggi, acara seremonial ini juga ditandai dengan pemotongan tumpeng. Habibie, memberikan potongan tumpengnya pada Bupati Purwakarta yang juga Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi.

Habibie beberapa kali mengucapkan terima kasih pada Dedi yang sudah berkontribusi pada keberadaan rumah sakit khusus tersebut. Habibie juga memuji Dedi yang bisa mensinergikan antara agama, budaya dan iptek dalam membangun Purwakarta. “Saya mengucapkan terima kasih pada Pak Bupati yang sejauh ini sudah banyak berkontribusi dan bersinergi untuk kebaikan negeri ini,” katanya.

RSKG Ny RA Habibie, merupakan rumah sakit khusus tipe C dengan pelayanan hemodialisis yang dilengkapi 60 mesin. Rumah sakit berkapasita 360 pasien ini melayani peserta BPJS sekitar 97 persen. Usai peresmian gedung baru ini, RSKG Ny RA Habibie akan mampu mengoperasikan 100 mesin dengan kapasitas 600 pasien.