Pasutri Polisi, Kuliah S2 Bareng di Unair
PERISTIWA PROFIL

Pasutri Polisi, Kuliah S2 Bareng di Unair

Pasangan suami istri (Pasutri) itu terlihat lantang saat mengucapkan janji mahasiswa. Mereka menjadi pemandu para mahasiswa lain dari program S-2, S-3, pendidikan profesi dan spesialis, yang baru dikukuhkan Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (1/9) pagi.

Bertempat di Airlangga Convention Center (ACC), suara terang keduanya sudah barang tentu memudahkan mahasiswa lain yang mengikuti. Iptu Dian Sukma Purwanegara SIK dan Iptu Dini Annisa Rahmat SIK adalah dua orang polisi yang baru mengenyam pendidikan di S2 Kajian Ilmu Kepolisian Sekolah Pascasarjana Unair.

Mereka yang baru menikah pada Desember 2015 lalu itu kompak bersama-sama mendaftar tahun ini. “Kami sama-sama suka belajar. Dan jurusan yang kami pilih sangat tepat untuk memberi wawasan aplikatif pada profesi kami,” ujar Iptu Dian, pria yang sehari-hari menjabat Kanit Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Mojokerto itu.

Iptu Dian mengutarakan, dalam perkuliahan nanti, selain ilmu kepolisian secara umum, dirinya pasti akan dibekali seluk-beluk penyidikan. Topik itu jelas bakal membantu pekerjaannya. Sementara itu, bagi Iptu Dini, pengetahuan tentang aturan hukum bakal sangat membantunya dalam bertugas sebagai tenaga pendidik (Gadik) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim di Mojokerto.

Mengapa memilih Unair? Mereka menerangkan, selama ini para senior dan atasan di Kepolisian Polda Jatim kerap memberi masukan dan rekomendasi tempat kuliah yang tepat.

Unair merupakan kampus yang disebut memiliki jejak rekam baik di kepolisian. Para lulusannya, terkenal berpotensi dan berwawasan luas. “Kami pikir kampus ini memiliki mutu yang sudah terjamin,” ungkap Iptu Dini.

Saat ditanya apakah tidak takut kalau kesibukan kuliah akan mengganggu profesinya sebagai abdi negara di korps baju cokelat? Iptu Dini berdalih, dia dan suami selama ini sudah melatih diri untuk melakukan manajemen waktu sebaik mungkin.

Bahkan, imbuh perempun kelahiran 23 Juli 1991 ini, mereka juga tidak takut kalau frekuensi pertemuan bakal terancam. “Yang penting pandai-pandai mengatur saja. Yang juga patut diperhatikan adalah kualitas waktu pertemuan,” urai dia.

Mereka makin bersemangat melanjutkan studi karena mendapat dukungan dari atasan. Di Polda Jatim, kata Iptu Dian, para pemimpin di masing-masing satuan selalu memberi dukungan bagi anggota yang ingin mengembangkan diri.

Pasutri ini bertekad lulus bareng dan tepat waktu, alias tidak molor. Mereka juga berharap, keputusan melanjutkan studi ini dapat meluaskan jaringan. Baik pada lingkup sesama anggota polisi, maupun di lingkup para akademisi. Jadi selain bertambah pengetahuan, relasi pertemanan juga makin banyak. (sak)