Pebisnis Hungaria Ingin Inves di Jatim
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Pebisnis Hungaria Ingin Inves di Jatim

Misi dagang Pemprov Jatim ke Hungaria mendapat respon positif dari pengusaha setempat. Bahkan, seorang pengusaha kenamaan di Budapest mengaku berminat membangun sebuah hotel dan mengimpor sejumlah produk furniture, urinoir dan sanitasi dari Jatim.

Magyari Atilla, pengusa properti Hungaria asal Italia ini selain ingin berbisnis di Jatim juga mengaku sudah lama berminat tinggal di Indonesia. Atilla yang hadir bersama istrinya terlihat antusias sejak acara dimulai.

Sejumlah pertanyaan dia ajukan usai Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf memberikan kata sambutan. Mulai dari soal kepemilikan lahan, izin orang asing untuk mendirikan hotel, sampai dengan dukungan perbankan.

Usai acara formal berlangsung, ia langsung mendekati Gus Ipul –panggilan akrab Wagub Jatim, untuk berdiskusi khusus. Ia menanyakan banyak hal tentang potensi Jatim. Ia bercerita sedang membangun perumahan di Hungaria dan memerlukan 3.000 wastafel dari marmer atau onyx.

Setelah dijelaskan bahwa di Jatim punya produk marmer dan onyx yang bagus, ia dan istrinya langsung merencanakan berkunjung ke Jatim, Januari 2017. “Saya juga ingin melihat sejumlah peluang yang bisa kami impor ke Hungaria dari Jatim,” ujar Atilla saat temu bisnis dengan delegasi Pemprov Jatim di Kedutaan Besar RI, di Budapest, Hungaria.

Dibandingkan dengan di Polandia, pengusaha yang ikut dalam temu bisnis dengan delegasi Jatim di Budapest memang lebih sedikit. Hanya 11 pengusaha. Namun, antusiasme mereka sangat luar biasa. Selain pengusaha properti, juga hadir pengusaha trading, pengusaha travel, dan pengusaha otomotif, dan importir.

Gus Ipul sejak awal mengatakan bahwa kunjunganya ke Polandia dan Hungaria ini sebagai rintisan. Pemprov Jatim ingin memulai hubungan baru yang lebih bermakna ekonomi dan saling menguntungkan kedua negara, terutama Jatim.

“Kami ingin fokuskan di bidang investasi, perdagangan dan pariwisata,” tegasnya, seperti rilis yang disampaikan Kepala Biro Kerjasama Setda Prov Jatim Benny Sampirwanto kepada Kominfo Jatim.

Kepada Dubes RI di Budapest Wening Hesti Probo Patandari, Gus Ipul menegaskan, Pemprov Jatim memang sedang membidik sejumlah negara yang punya perwakilan di Jatim untuk meningkatkan perdagangan. “Salah satunya kami memulai dengan Hungaria ini,” katanya.

Menurut Gus Ipul, pihaknya ingin meningkatkan hubungan antar pemerintah maupun antar masyarakat. Antar pemerintah bisa diwujudkan dengan pertukaran kebudayaan maupun kerjasama di bidang pendidikan. Sedangkan antar masyarakat untuk kepentingan perdagangan.

“Kalau perlu kelak ada sister province antara Jatim dengan salah satu provinsi di Hungaria. Karena itu, kami minta bantuan KBRI untuk tujuan tersebut. Yang pasti, kami serius dengan misi ini,” tambah keponakan Gus Dur yang juga Ketua PBNU ini.

Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Polandia, misi Gus Ipul juga mendapat respon positif. Selain ditandatangani working plan antara Pemprov Jatim dan Pemprov Gdanks, juga ditandatangani Memorandum of Understanding antara Universitas Negeri Surabaya dan Gdanks University of Phisycal Education and Sport.

Bahkan, kedua perguruan tinggi tersebut sudah merencanakan menggelar seminar international bersama di Surabaya, Mei 2017 mendatang. Sebulan sebelumnya, delegasi pengusaha Polandia juga akan berkunjung ke Jatim untuk tujuan bisnis.

Tak hanya itu, universitas kedokteran, di Gdanks juga berminat menjalin kerjasama dengan Universitas Airlangga, khususnya program studi penyakit tropis. Perguruan ternama di Polandia ini sudah punya program studi berbahasa Inggris dan bisa membuat program bersama dengan Unair.

Selain didampingi sejumlah kepala dinas, dalam misi dagang ke Polandia dan Hungaria ini, Gus Ipul juga mengajak perwakilan Kadin Jatim dan pengusaha. (sak)