Pegadaian Bukukan Kinerja Cemerlang
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Pegadaian Bukukan Kinerja Cemerlang

Selama semester I 2016 PT Pegadaian (Persero) membukukan kinerja cemerlang. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan tercatat BUMN ini meraih pendapatan sebesar Rp 4,70 triliun naik sebesar Rp 90 miliar dibandingkan periode sama tahun 2015 sebesar Rp 4,61 triliun.

Laba bersih semester I tahun ini tercatat Rp 1.087 miliar naik Rp 4,5 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 1.082,5 miliar.

Direktur Utama Pegadaian Riswinandi di sela-sela acara Pisah Sambut Anggota Komisaris di Kantor Pusat menyampaikan bahwa kinerja tersebut cukup menggembirakan di tengah kompetisi yang semakin ketat dan kondisi ekonomi saat ini.

Dari sisi operasional kinerja perusahaan juga terus menunjukkan pencapaian yang terus membaik. Kinerja operasional per 30 Juni 2016 mengalami kenaikan dibanding 30 Juni 2015.

Jumlah outlet naik sebanyak 44 outlet, dari 4.411 menjadi 4.455 outlet, jumlah nasabah naik sebanyak 400 ribu nasabah, dari 6,52 juta menjadi 6,92 juta orang, dan omzet pinjaman yang disalurkan naik sebesar Rp 2,28 triliun dari Rp 57,14 triliun menjadi Rp 59,42 triliun.

“Kami bersyukur bahwa masyarakat masih terus memberikan kepercayaan kepada Pegadaian. Tiga lini bisnis Pegadaian, yakni bisnis pembiayaan, bisnis emas, dan aneka jasa yang dijalankan mengalami pertumbuhan dari waktu ke waktu,” ujar Riswinandi .

Sementara Humas Pegadaian Basuki Tri Andayani menambahkan sampai saat ini bisnis pembiayaan gadai masih mendominasi bisnis pembiayaan yang dilakukan Pegadaian.

“Dari total pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp 59,42 triliun, terdiri dari bisnis gadai Rp 50.969 miliar, bisnis mikro fidusia Rp 948 miliar, bisnis syariah Rp 7.222 miliar dan bisnis emas Rp 283 miliar,” tuturnya.

Untuk meningkatkan kinerja bisnis yang lain yakni bisnis emas dan aneka jasa, Pegadaian terus melakukan literasi dan sosialisasi produk ke berbagai elemen masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan, komunitas-komunitas yang ada di masyarakat, maupun dilakukan internal Pegadaian melalui program-program pemasaran. (sak)