Pegadaian Raih Indonesia Best Brand Award
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Pegadaian Raih Indonesia Best Brand Award

Semakin hari, Pegadaian makin dikenal oleh masyarakat. Ini terbukti dari perolehan penghargaan dalam ajang Indonesia Best Brand Award (IBBA 2016). Penghargaan tersebut diterima Manajer Humas PT Pegadaian Basuki Tri Andayani di Ballroom Sangri-La Hotel Jakarta Kamis (15/9) lalu.

Perhelatan IBBA 2016 merupakan ajang pemberian penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang mampu mempertahankan bahkan bersaing menghadapi gempuran brand-brand global.

Kegiatan IBBA 2016 dirangkai dengan Indonesia Brand Conference 2016. Para pembicara dari PT Kalbe Farma, BCA dan PT Cerarufindo Primamandiri membawakan tema ‘Move on or Die’. Sedangkan pembicara dari PT Astra Honda Motor, PT Sumber Alfaria Trijaya dan PT Sharp Electronics Indonesia memaparkan tema ‘Stay on Top’.

IBBA 2016 merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan majalah SWA, yang berkolaborasi dengan MetroTV dan lembaga spesialis riset MARS. Tahun ini IBBA telah memasuki tahun ke-14. Penghargaan IBBA diberikan dalam kategori platinum, gold dan silver.

Penghargaan yang diraih ini merupakan pengakuan bahwa Pegadaian merupakan brand yang kuat tertanam dalam benak masyarakat. Manajer Humas PT Pegadaian Basuki Tri Andayani menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan kali kedua yang diraih untuk kategori serupa tahun ini.

“Pada 17 Mei 2016 lalu Pegadaian juga meraih penghargaan Top 3 Most Powerful Brand Asia 2016 untuk kategori Financial Institution – Non Bank Brand in Indonesia. Penghargaan ini diberikan oleh MarkPlus berkolaborasi dengan Nikkei BP Consulting Inc,” katanya.

Pegadaian sebagai lembaga keuangan yang menyalurkan bisnis gadai saat ini telah menjadi market leader.

Akan tetapi manajemen terus membangun brand dan terus berinovasi sehingga Pegadaian bukan lagi sekedar lembaga gadai saja, melainkan sebagai solusi bisnis terpadu baik dalam pembiayaan, investasi, jasa pembayaran, jasa pengiriman uang, dan aneka jasa lainnya.

Saat ini bisnis Pegadaian terus berkembang. Awalnya hanya gadai saja, kini meliputi tiga inti layanan yaitu pembiayaan berdasarkan hukum gadai dan fidusia, bisnis emas, serta aneka jasa.

“Dengan demikian masyarakat yang memerlukan dana, investasi emas bagi yang kelebihan dana, atau melakukan transaksi pembayaran, dapat dilayani di 4.455 outlet-outlet Pegadaian di seluruh Indonesia,” pungkas Basuki. (sak)