Pelabuhan Kemenhub Diserahkan Pelindo?
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Pelabuhan Kemenhub Diserahkan Pelindo?

Menhub Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan perdana ke Pelabuhan Tanjung Perak, sebagai salah satu wilayah kerja Pelindo III. Kunjungan bertujuan melihat potensi bisnis kepelabuhanan yang dikelola Pelindo III.

Terminal penumpang Gapura Surya Nusantara, Terminal Teluk Lamong, dan JIIPE (Java Integrated Industrial & Port Estate) menjadi lokasi kunjungan ‘dadakan’ Menteri Perhubungan Jilid II Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi–JK tersebut pada Kamis (8/9).

Melalui jalur laut menggunakan KN 371 Armada milik KPLP Tanjung Perak, Menhub Budi meninjau perairan Tanjung Perak dan melihat berbagai fasilitas pelabuhan milik Pelindo III.

Budi Karya menjelaskan bahwa Kemenhub dan stakeholder terkait harus bekerjasama menyelesaikan permasalahan yang dapat menghambat percepatan pelayanan di pelabuhan.

“Kemenhub, Bea Cukai, Kementerian Perdagangan dan Pelindo III harus bekerjasama untuk percepatan pelayanan di pelabuhan,” ujar Budi di Automated Stacking Crane (ASC) Control Room Terminal Teluk Lamong.

Budi menjelaskan Kemenhub selaku regulator akan memberikan wewenang penuh kepada Pelindo I–IV untuk mengelola pelabuhan dibawah pengawasan Kemenhub. Pelabuhan–pelabuhan menengah yang saat ini dikelola Kemenhub, akan diserahkan kepada Pelindo I-IV selaku BUMN pengelola pelabuhan. “Kemenhub hanya sebagai wasit yang memberikan batasan regulasi yang tepat,” jelasnya.

Pelindo III sebagai BUMN dibidang kepelabuhanan telah melakukan berbagai perubahan pada fasilitas yang dimiliki sebagai bukti partisipasi pada pembangunan bangsa.

Terminal Penumpang modern Gapura Surya Nusantara merupakan salah satu inovasi Pelindo III dalam mengembangkan fasilitas umum yang Customer Service Oriented.

Gapura Surya Nusantara atau dikenal dengan Surabaya North Quay, dibuat sangat modern layaknya bandara untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang kapal laut.

Terminal Teluk Lamong, sebagai terminal semi otomatis dan ramah lingkungan pertama di Indonesia menjadi lokasi kedua dalam kunjungan tersebut.

Ship to Shore Crane dengan kemampuan twin lift (dapat mengangkut 2 container 20 feet sekaligus), dan Automated Stacking Crane sebagai peralatan semi otomatis di lapangan penumpukan, merupakan transformasi teknologi yang dilakukan Pelindo III.

Selain pelayanan bongkar muat petikemas, Terminal Teluk Lamong juga melayani jasa bongkar curah kering. Peralatan canggih disiapkan sebagai penunjang pelayanan curah kering.

Grab Ship Unloader (GSU) berkapasitas 2000 ton/jam, Conveyor sepanjang 2,4 km dan 10 Ha Cylo dipersiapkan Pelindo III menjadikan Terminal Teluk Lamong sebagai terminal curah kering terbesar di Indonesia berkapasitas 17 juta ton per tahun. “Saya salut dengan Pelindo III yang dapat membangun pelabuhan modern dengan baik,” jelas Budi

Salah satu cucu perusahaan Pelindo III, JIIPE menjadi destinasi kunjungan terakhir Menhub. Pelabuhan yang terintegrasi dengan wilayah industri dan residence tersebut, menjadi daya tarik bagi Budi Karya. Wilayah seluas 2.933 Ha tersebut merupakan akses yang baik bagi pengusaha menjalani bisnis yang terintegrasi dengan pelabuhan dan pemukiman.

Budi menambahkan, penyelesaian masalah yang harus ditangani Kemenhub, membutuhkan kerjasama baik dari berbagai pihak. Pelindo III, sebagai BUMN pengelola pelabuhan telah melakukan berbagai inovasi untuk mempercepat proses pelayanan.

Melalui koordinasi yang baik antara regulator dan pelaksana diharapkan akan tercipta iklim kerja yang baik untuk mendongkrak perekonomian bangsa. “Kita kembali ke khittahnya saja, pemerintah regulator, Pelindo ahlinya pelabuhan,“ pungkas Budi. (sak)