Pelindo II Bentuk Perusahaan Investasi
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Pelindo II Bentuk Perusahaan Investasi

PT Pelabuhan Indonesia II segera membangun anak usaha baru yang khusus menangani investasi perusahaan guna membiayai pengembangan bisnis yang mencapai Rp 40 triliun dalam lima tahun mendatang.

Ditur Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan pada tahap awal pihaknya akan berkomunikasi dengan pemegang saham sebelum membentuk perusahaan investasi itu. “Kita harapkan tahun ini sudah selesai aspek legalnya,” ujarnya kepada media di Jakarta.

Menurutnya, perusahaan investasi itu akan membantu perusahaan dalam mencari dana bagi pengembangan tiap bisnis anak usaha. Elvyn menambahkan pihaknya belum memiliki angka pasti terkait dengan kebutuhan dana pengembangan. Namun, dia memperkirakan kebutuhan Pelindo II untuk pengembangan bisnis pelabuhan dalam lima tahun bisa mencapai Rp 30-40 triliun.

“Kalau dihitung dari pipeline yang ada dalam lima tahun ke depan dibutuhkan dana Rp 30-40 triliun. Untuk mencari itu, kita mendirikan investment company tadi,” tegasnya.

Elvyn melanjutkan perusahaan itu merupakan salah satu special purpose vehicle (SPV) yang dibangun untuk mengoordinasikan kepemilikan Pelindo II pada berbagai aktivitas bisnis. Konsep bisnis di pelabuhan milik perseroan dilakukan melalui konglomerasi dan anak perusahaan sehingga akan lebih mudah jika ada SPV.

Selain itu, SPV atau perusahaan investasi itu dapat bermitra dengan banyak investor atau pebisnis di pelabuhan. Selama ini, perusahaan banyak mendapatkan tawaran kerjasama dari berbagai investor asing dalam pengembangan pelabuhan. Dia menilai aktivitas pengelolaan terminal selama ini merupakan bentuk kerjasama Pelindo II dengan perusahaan lain.

Dengan adanya perusahaan investasi, dia berharap bentuk pengelolaan bisnis di pelabuhan dapat berganti menjadi kepemilikan utuh perseroan pada masa mendatang. “Ini dasar pemikirannya, mengapa bangun investment company,” ujarnya.

Pada masa mendatang, dia menilai Pelindo II akan menjadi strategic holding sehingga perusahaan hanya menangani persetujuan, sistem, panduan dan kebijakan bisnis semata. Anak usaha yang ada akan fokus dalam mengoperasikan bisnis perusahaan. “Kepemilikan di situ, melalui investment company itu,” tegasnya.

LANGKAH IPO
Saat disinggung mengenai langkah Pelindo II untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Elvyn menyatakan pihaknya memiliki rencana melepas satu anak usahanya. Namun, dia enggan berkomentar apakah anak usaha baru ini yang akan masuk ke bursa.

Pada masa mendatang, dia menegaskan pihaknya tengah mengkaji restrukturisasi anak usaha agar bisnis perusahaan lebih efektif. “Ada anak usaha yang bisnisnya relatif sama. Contohnya, di bidang informasi teknologi. Kita akan kaji apa cukup satu saja. Ada juga anak usaha yang size bisnisnya terlalu kecil, nanti akan kita besarkan dengan digabung,” paparnya.

Dari 12 cabang pelabuhan milik perseroan, dia berencana menjadikan pengelolaannya oleh satu entitas anak usaha. “Sehingga perusahaan bisa fokus dan memberikan layanan sesuai standar. Kemudian, perusahaan bisa memberikan efisiensi,” tegasnya.

Direktur Keuangan Pelindo II Iman Rachman, menambahkan sepanjang tahun lalu pihaknya berhasil membukukan peningkatan EBITDA sebesar 20 persen menjadi Rp 3 triliun dari Rp 2,5 triliun pada 2014. Namun, laba bersih perusahaan pada tahun lalu mengalami penurunan 16,3 persen menjadi Rp 1,3 trilun dari Rp 1,5 triliun pada 2014.

Penurunan laba itu dipicu tambahan utang perusahaan dari Rp 7,1 triliun menjadi Rp 22 triliun yang akibatnya menggerus laba perusahaan. Namun, peningkatan jumlah utang itu karena perusahaan harus membayar bunga dari global bond yang diterbitkan pada Mei 2015. “Tentu saja interest-nya ada setelah EBITDA,” ujarnya.

Posisi utang perusahaan tahun depan tidak akan banyak berubah dari tahun ini mengingat kewajiban pembayaran bunga global bond tersebut. Selain itu, dia menuturkan penurunan laba terjadi karena perusahaan banyak melakukan investasi pada proyek pelabuhan. Tentu saja, dia menegaskan hasil investasi ini memerlukan waktu. (sak)