Jateng Park Lolos Studi Kelayakan
JALAN-JALAN PERISTIWA

Jateng Park Lolos Studi Kelayakan

Rencana pembangunan Taman Safari Jawa Tengah atau ‘Jateng Park’ di kawasan Wana Wisata Penggaron, Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang dapat lampu hijau, setelah dinyatakan memenuhi studi kelayakan oleh tim ahli.

“Dari aspek ekologi, kebutuhan wisata, ekonomi, dan sosial, seluruhnya mendukung rencana ini,” kata Ketua tim ahli penyusun dokumen studi kelayakan dan rencana bisnis dari Universitas Diponegoro Bulan Prabawani di Semarang, Kamis (5/8).

Hal tersebut disampaikan Bulan usai memaparkan hasil kajian tim ahli terhadap rencana pembangunan ‘Jateng Park’ di ruang rapat kantor Gubernur Jawa Tengah.

Ia menilai bahwa di Kota dan Kabupaten Semarang perlu ada suatu objek wisata yang bisa menjadi daya tarik masyarakat untuk berkunjung seperti ‘Jateng Park’ yang selanjutnya disebut ‘Penggaron Ecotourism’.

Konsep ‘Penggaron Ecotourism’ akan dikembangkan menjadi tujuh bagian utama antara lain, restoran dan cenderamata, theme park, water park dengan luas 35 hektare atau terbesar di Jawa, eco safari, eco lodge yang berkonsep hotel bintang tiga, kolam retensi dan kantor pengelola kawasan.

Menurut dia, nilai investasi ‘Penggaron Ecotourism’ mencapai Rp 1,8 triliun dan jika ditotal dengan seluruh pengembangan fisik serta sarana pendukungnya dibutuhkan Rp 2,5 triliun.

Pendapatan per tahun diperkirakan mencapai Rp 64 miliar dengan perincian, pendapatan terbesar diperoleh dari tiket yang mencapai Rp 30 miliar, pendapatan parkir diperkirakan Rp 623 juta, sedangkan masing-masing wahana rata-rata sebesar Rp 5-10 miliar.

Dari segi tenaga kerja, ‘Penggaron Ecotourism’ akan menyerap sekira 400 orang dan dari enam kepala desa di sekitar lokasi seluruhnya mendukung penuh rencana pembangunan. Prosesi peletakan batu pertama pembangunan Taman Safari Jawa Tengah atau ‘Jateng Park’ dijadwalkan pada awal 2017. (sak)