Pemenang Startup Pitch Day Bali
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Pemenang Startup Pitch Day Bali

Lima bisnis rintisan (startup) terbaik dari Bali terpilih sebagai pemenang acara Startup Pitch Day Bali yang diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di Kuta, Bali, pekan lalu.

Mereka adalah GoLab, Tuntun, The Profit, PanenID, dan WonderMice. Kelima startup tersebut berhak mengikuti final Startup Pitch Day di Denpasar Bali, November mendatang.

Menurut para dewan juri, dari 24 startup peserta, para pemenang merupakan startup yang lolos penilaian berdasarkan kejelasan informasi, model bisnis, profit yang dihasilkan, skala prioritas usaha, pengembangan bisnis, serta kualitas tim pendiri startup.

Dewan juri terdiri dari Sugeng Santoso, Direktur Akses Non Perbankan Bekraf; Dondi Hananto, Unitus Impact; Natalia Rialucky, Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) serta Faye Scarlet Alund, Co-Founder Kumpul Co Working Place.

Startup Pitch Day merupakan program Bekraf dalam rangka menciptakan ekosistem startup di Indonesia dan meningkatkan kesiapan pelaku ekonomi kreatif meningkatkan skala bisnis melalui investasi.

Pitch Day Bali Startup adalah Program Bekraf kelima setelah diselenggarakan di empat kota sebelumnya, yaitu Depok, Jabar (30/8), Medan Sumut (3/9), Malang Jatim (9/9) dan Bandung Jabar (17/9).

Startup Pitch Day Bali pada dasarnya juga merupakan proses babak penyisihan menuju final Pitch Day yang juga akan diselenggarakan di Bali November nanti. Karenanya kelima pemenang ini akan bertarung dengan kelima pemenang dari empat kota Startup Pitch Day yang sudah berlangsung.

Seperti kota lainnya, Startup Pitch Day Bali mengajak peserta bukan hanya bersaing antara startup. Proses saling berbagi, membangun jaringan, belajar menemukan masalah, menciptakan solusi pun menjadi pengalaman berharga.

Pitch Day Bali diikuti peserta yang berbisnis di subsektor industri kreatif kuliner, fashion, dan pendidikan. Juga ada subsektor aplikasi, game, market place, serta kerajinan. Selama acara peserta bisa bertukar pengalaman, mempelajari kekuatan masing-masing, bertemu narasumber dari investor, serta memperoleh mentoring juri.

Berikut profil lima startup pemenang Startup Pitch Day Bali:

GoLab
Hadi, Chief Executive Officer (CEO) GoLab menyatakan memetakan masalah adalah hal pertama yang harus dilakukan pendiri startup di Indonesia. Dengan memetakan masalah, ia yakin, startup Indonesia bisa menemukan solusi dan menjejakkan diri mereka di pasar.

GoLab merupakan startup yang mengembangkan aplikasi online laboratorium. GoLab mengklaim, merupakan aplikasi online yang paling unik dan nomor satu di Indonesia. GoLab yang masih prototype, akan meluncur Januari 2017.

Hadi menambahkan, pasar sangat mempengaruhi pengembangan bisnis dan pendapatan startup. Dengan mengetahui selling point dan menguasai teknik serta penerapan marketing yang sesuai, akan meningkatkan bisnis dan pendapatan startup.

Tuntun
Tuntun merupakan startup yang mengembangkan aplikasi mobile untuk memberi solusi di bidang subsektor industri kreatif pariwisata. Industri wisata di Bali masih terkendala dengan terbatasnya informasi. Tuntun memberi solusi dengan mengarahkan wisatawan dan memberi informasi spot-spot wisata.

Tuntun akan menuntun para pelancong lebih mudah menuju ke tempat wisata serta mendapatkan berbagai informasi seputar wisata di Bali. Tujuan utama aplikasi ini meningkatkan kenyamanan wisatawan sehingga ujung-ujungnya meningkatkan daya tarik mereka terhadap Bali serta memperpanjang masa tinggalnya. Tuntun meluncur di Play Store Oktober 2016.

The Profit
Startup The Profit cukup menarik lantaran membuat game simulasi usaha seputar startup. Pendiri The Profit menemukan, keberhasilan startup setelah berdiri hingga masa bisnis lima tahun tak pernah mencapai 35 persen. Lewat sebuah game, The Profit mengajarkan bagaimana menjalankan bisnis berdasarkan realitas bisnis sebenarnya.

Idenya sederhana. Melaui The Profit, Anda ditantang menjadi pebisnis sukses dengan mengasah intuisi bisnis lewat sebuah game. Sebab, sering terjadi, pengetahuan yang minim tentang bisnis, merupakan pemicu terbesar kegagalan usaha.

Toni, pendiri The Profit, menyampaikan, para pengguna akan mempelajari marketing, business operation, finance, business problem, government regulation, permission dan sebagainya. Melalui The Profit, pengguna tak lain seolah-olah menjadi pebisnis startup.

“Kami menyediakan layanan aplikatif berupa strategi bisnis dan modul bisnis yang fokus pada bidang edukasi bisnis. Sehingga, the Profit memberikan solusi tujuan perusahaan, yaitu mencapai profit semaksimal mungkin,” ungkap Toni, founder The Profit yang akan release Oktober tahun ini.

PanenID
PanenID adalah platform website dan aplikasi mobile direct trading untuk petani. Astrid Juanita Stephanie, CEO PanenID, mengungkapkan, petani selalu miskin gara-gara jalur distribusi yang buruk. Selain itu, terdapat ketimpangan harga di pasar. Dua hal ini merupakan masalah besar yang membutuhkan solusi.

PanenID menjawab permasalahan tersebut dengan memotong jalur distribusi. Artinya, lewat platform PanenID, petani dapat berjumpa langsung dengan para konsumennya.

Melalui kerjasama dengan dinas-dinas pemerintahan terkait, PanenID menawarkan fitur direct trading, peta persebaran komoditas, dan fitur rantai distribusi yang efisien. PanenID akan beroperasi penuh pada 2017.

WonderMice
WonderMice adalah platform website dan aplikasi mobile yang fokus pada event. WonderMice menyediakan jasa booking alias reservasi tempat serta penanganan event. Platform ini manawarkan kemudahan, hemat waktu, harga sesuai, dan tenaga professional yang berpengalaman di bidang event.

“Mudah dan Cepat” menjadi motto unggulan platform ini. Research telah dilakukan Januari hingga April 2016. Mei hingga Juli adalah tahap design dan layout. Prototype diciptakan sejak Agustus dan platform ini siap launching pada Januari 2017. (sak/ist)