Pemerintah Geser Kapal Ikan ke Natuna
PEMERINTAHAN PERISTIWA

Pemerintah Geser Kapal Ikan ke Natuna

Untuk meningkatkan kapasitas tangkap nasional, pemerintah memindah kapal-kapal lokal eks cantrang berukuran >30 GT di laut Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa untuk menangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) 711. Wilayah yang meliputi Perairan Selat Karimata, Laut Natuna dan Laut Cina Selatan.

Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sjarief Widjaja di Jakarta mengatakan, jumlah kapal yang dipindahkan sebanyak 400 kapal, meliputi 300 kapal dipindahkan pada tahun 2016 dan 100 kapal pada tahun 2017.

Pemindahan kapal setidaknya dapat menaikkan kapasitas perikanan tangkap di WPP-RI 711 dari 9,3 persen ke 40 persen. “Kita ingin tingkatkan kapasitas tangkap nasional. Solusinya memindahkan kapal lokal diatas 30 GT di utara Jawa ke Natuna dan Arafura. Kita kasih mereka tangkapan yang gemuk. Tahun depan kita akan tingkatkan lagi menjadi 70-80 persen. Kita buat mereka nikmati hasil tangkap yang banyak,” katanya.

Terdapat empat program yang dapat dijalankan untuk semakin menegakkan kedaulatan maritim Indonesia di wilayah Natuna. Negara harus konkret meneguhkan kedaulatan Indonesia di wilayah Natuna. Rakyatnya diberdayakan sehingga NKRI makin kuat. Hal ini bisa dicapai lewat empat program, yaitu perikanan, tourism, minyak bumi dan gas alam, dan perkuat pertahanan untuk kedaulatan Indonesia.

Pemerintah berharap, dengan naiknya kapasitas tangkap nasional dan ramainya WPP-RI 711 dengan kapal-kapal lokal, salah satu pasar ikan di Natuna dapat menjadi pasar ikan terbesar kedua di dunia setelah Tokyo.

Pihaknya optimisme dalam membangun sektor kelautan dan perikanan di Natuna. Untuk rencana pemindahan 300 kapal eks Cantrang ke WPP-RI 711 pada 2016, KKP menargetkan selesai Oktober 2016. KKP ingin nelayan-nelayan di utara Jawa bisa menangkap di Natuna dan menjual ikan di Selat Lampa. Kedua adalah budidaya, komoditasnya adalah napoleon, kerapu, dan rumput laut.

“Kita akan letakkan pusat pelayanan terpadu. Kita siapkan one stop show di Pulau Sedanau. Ketiga, kita akan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata di Pulau Senoa. Kita kembangkan fasilitas wisata bahari disana untuk menjadikan pulau tersebut menjadi wisata premium,” ungkapnya. (sak)