Pemprov Jatim Larang PNS Ber-Pokemon Go, DKI Malah Memanfaatkan
KOMUNITAS PERISTIWA

Pemprov Jatim Larang PNS Ber-Pokemon Go, DKI Malah Memanfaatkan

Aplikasi game Pokemon Go kini tengah menjadi perbincangan hangat di pelbagai kalangan. Game yang mengharuskan penggunanya untuk melakukan perjalanan menangkap monster virtual dengan kamera dan GPS ini juga marak dimainkan sebagian masyarakat Jawa Timur.

Untuk itu, Wakil Gubernur Jatim, Drs H Saifullah Yusuf melarang PNS di lingkungan Pemprov Jatim memainkan aplikasi tersebut saat jam kerja.

“Kalau untuk di kantor dan sampai mengganggu tugasnya apalagi untuk sekedar iseng-iseng ya itu dilarang, karena sama saja menyia-nyiakan amanat rakyat. Kalau aplikasi itu bisa menunjang kinerja pelayanan publik, silahkan saja. Tapi kalau tidak ya jangan,” kata Gus Ipul di Grahadi.

Kendati ia menyatakan larangan bagi PNS Pemprov Jatim, ia juga perlu dipelajari terlebih dulu. “Pro kontra Game Pokemon Go sampai saat ini masih ditindaklanjuti. Dilihat dari banyaknya peristiwa-peristiwa negatif yang mencuat akibat permainan ini. Pemerintah juga mempelajari sisi mana dari game tersebut yang bisa dimanfaatkan untuk pelayanan publik,” jelasnya.

Menurutnya, teknologi yang semakin maju tidak bisa dibatasi. Hal itu menjadi faktor utama yang mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam memilih dan memilah sesuatu untuk dikonsumsi dan diimplementasikan paa kehidupan sehari-hari mereka.

Hingga kini, Gus Ipul mengaku belum pernah mencoba game tersebut. Namun, dari respon masyarakat yang sudah menggunakan aplikasi baru ini, sebaiknya cukup diambil sisi positifnya saja.

DKI Memanfaatkan
Popularitas Pokemon Go justri dimanfaatkan oleh Pemprov DKI. Seperti dikatahui, Pemprov DKI beberapa waktu lalu meluncurkan aplikasi Qlue sebagai media layanan pelaporan dari publik kepada Pemda DKI.

Sayangnya sejak diluncurkan, Qlue kurang diminati dan menimbulkan kontroversi sebab ada ‘kewajiban’ bagi RT dan RW membuat pelaporan. Jika tidak insentif mereka bakal kena potong.

Wabah Pokemon Go inilah yang kemudian menjadi ‘solusi’ bagi Pemprov DKI menggairahkan warganya membuat pelaporan via Qlue. Dalam akun twitternya @qluesmartcity sejak 18 Juli lalu muncul pengumuman ‘Berburu Pokemon makin seru sambil nge-QLUE! Cek’ dan juga ‘Cari Pokemon, Dapat Gadget!’.

Tawaran dari Qlue itu juga diRetweed oleh Pokemon Go Indonesia (@caripokemon). Qlue memberikan iming-iming hadiah untuk pelaporan yang mendapat Like dan Support terbanyak.

Caranya QLUErs hanya perlu mengambil foto keluhan saat sedang main games Pokemon Go dengan monster Pokemon berada pada foto keluhan tersebut, simpan fotonya lalu upload ke Lapor Pemerintah atau Lapor Swasta di web Qlue, yaitu http://qlue.co.id/pokemonqlue.

Laporan tentu saja harus kredibel dan benar-benar terjadi karena Admin Qlue akan melakukan pengecekan dan verifikasi laporan. User dengan jumlah total Like atau Support yang tertinggi dari laporan berhak mendapatkan hadiah dari Qlue. Hadiah yang disediakan adalah Go Pro Hero 4, Hoverboard, Smartphone Xiaomi, Smart Watch, plus Avatar eksklusif serta kaos Qlue.

Setiap laporan Qlue yang masuk wajib menyertakan hashtag #pokemonqlue. Event dimulai pada 15 Juli dan berakhir 15 Agustus 2016. Dalam situsnya disebutkan antara Pokemon Go dan Qlue tidak ada kerjasama untuk mengadakan event. Murni merupakan inisiatif Qlue untuk mendorong masyarakat aktif beraktifitas di luar rumah sekaligus berkontribusi membangun Jakarta lebih baik. (sak)