Pendonor Darah: Penanaman Modal Akhirat
KOMUNITAS PERISTIWA

Pendonor Darah: Penanaman Modal Akhirat

Sebanyak 502 orang Pendonor Darah Sukarela 75 kali dari Provinsi Jatim menerima penghargaan dan lancana dari Gubernur Jatim Dr H Soekarwo di Kantor Gubernur Jl Pahlawan Surabaya, Senin (26/09). Penghargaan ini diberikan secara simbolis kepada 20 orang perwakilan pendonor darah sukarela.

“Saya bersyukur ada kumpulan orang-orang baik seperti anda semua. Anda adalah pejuang kemanusiaan. Kegiatan ini termasuk ‘PMA’, yakni Penanaman Modal Akhirat. Apa yang bapak ibu lakukan insyaAllah menjadi amalan baik di akhirat kelak,” ujar Pakde Karwo, sapaan akrabnya.

Menurutnya, Jatim adalah provinsi dimana masyarakatnya punya keinginan besar membantu orang lain, dan peran PMI Jatim luar biasa. Dimana PMI Jatim memiliki stok darah sekitar 900 ribu kantong, dan kebutuhan Jatim sekitar 600 ribu.

“Ini artinya kita menolong mereka di luar provinsi sekitar 300 ribu, ini pekerjaan kemanusiaan yang luar biasa,” ungkapnya.

Pakde Karwo berpesan agar pendonor menyosialisasikan bahwa donor adalah kerjaan kemanusiaan yang konkret kepada masyarakat, terutama generasi muda.

“Mari jelaskan ke generasi muda bahwa kita sudah sepuh tapi tetap sehat karena kita ikhlas menyumbangkan darah. Sekali lagi Pemprov dan rakyat Jatim bangga punya warga dan saudara luar biasa sepeti bapak ibu semua. Jangan berhenti menyampaikan kabar pada masyarakat tentang donor darah,” pesannya.

Terkait masalah Unit Transfusi Darah (UTD), Pakde Karwo minta kepala daerah baik kab/kota di Jatim melakukan peningkatan SDM dan peralatan sesuai standar yang ditetapkan WHO.

Serta, menciptakan terobosan baru untuk meningkatkan kelestarian dan penambahan jumlah pendonor darah sukarela di masa yang akan datang. Sekaligus peningkatan kuantitas dan kualitas darah transfusi dapat terjamin sepanjang masa.

“Semoga amal ibadah bapak ibu sekalian dicatat oleh malaikat dan masuk surga,” kata Pakde disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara Ketua PMI Jatim H Imam Utomo menyampaikan di Jatim ada 5 UTD kab/kota yang dinilai WHO sudah setingkat provinsi dari segi SDM dan peralatan, yakni Sidoarjo, Surabaya, Jember, Kota Malang dan Kota Madiun.

Ia menyampaikan, untuk jumlah produksi darah di Jatim pada 2015 sebanyak 904.017 kantong darah atau 2,33 persen dari total penduduk Jatim. Jumlah ini memenuhi target nasional yang dicanangkan Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla sebesar 2 persen dari total jumlah penduduk setiap Provinsi di Indonesia.

Jumlah tersebut dapat dipenuhi karena strategi jemput bola, serta melakukan kerjasama dengan berbagai Lembaga/Instansi, baik pemerintah maupun swasta serta Perguruan Tinggi untuk menjaring para pedonor darah pemula.

Sedangkan pemakaian darah 2015 adalah 651.344 kantong dan kelebihan 256.673. Darah ini yang kemudian dikirim ke daerah lain. “Kami sedang menyosialisasikan donor darah mulai remaja. Dan sudah MoU dengan Dinas Pendidikan untuk sosialisasi ini di SMA/SMK di Jatim,” ujarnya.

Ia menambahkan, permasalahan selama ini adalah peralatan UTD yang harus sesuai dengan standar WHO. “Saya sudah memberi surat himbauan pada bupati dan walikota untuk menyediakan peralatan standar bagi UTD. Bila tidak, darah yang disimpan menjadi kurang memenuhi standar. Jatim ini selalu lebih dari provinsi lain dalam jumlah stok darah,” ungkapnya.

Kegiatan ini sebagai rangkaian peringatan HUT PMI ke-71 tahun 2016. Juga diberikan Piagam Penghargaan dan Satya Lancana 2016 pada Pendonor Darah Sukarela 50 kali sebanyak 1.123 orang oleh Bupati/ Walikota yang dilaksanakan di setiap daerah.

Untuk kategori Pendonor Darah Sukarela 100 kali, PMI Jatim mengusulkan 336 orang agar menerima Penganugerahan Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Presiden Desember mendatang, dan merupakan terbanyak di Indonesia.

Tema peringatan Ulang Tahun PMI tahun ini adalah ‘dari pengabdian sejak dini untuk generasi berkemanusiaan di masa datang’. Tema ini mengingatkan kita semua untuk mengenalkan generasi muda akan kepedulian menolong sesama secara tulus ikhlas. (sak)