Peneliti Muda Nasional jadi Mahasiswa ITS
PERISTIWA PROFIL

Peneliti Muda Nasional jadi Mahasiswa ITS

Reza Aulia Akbar adalah mahasiswa baru di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Namun, Reza bukan mahasiswa biasa. Sejak duduk di bangku SMP, Reza sudah menyandang gelar peneliti muda nasional. Lantas bagaimanakah sepak terjang Reza sebelum berlabuh di kampus perjuangan?

Mahasiswa Jurusan Teknik Industri angkatan 2016 ini mengaku telah mendapatkan gelar peneliti muda nasional sejak SMP. Gelar ini diperolehnya dari program anugerah prestasi untuk pelajar, guru pembimbing penelitian dan beberapa program lain yang diadakan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). “Hal ini karena dari kelas dua, saya suka ikut lomba menulis ilmiah tingkat nasional,” ungkapnya seperti dirilis Humas ITS.

Awal Reza menggeluti dunia riset dimulai ketika guru sekolahnya memberi tugas mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang digelar Universitas Gajah Mada (UGM). Saat itu, Reza ditunjuk wali kelasnya untuk menulis karya tulis dengan topik implementasi pancasila.

Tak tahu-menahu mengenai LKTI, akhirnya dia meminta bantuan kepada orangtuanya. “Dengan bantuan papa, saya bisa dapat Juara tiga,” tambahnya.

Sejak saat itu, Reza ‘terpaksa’ terjun ke dunia riset. Hal ini karena usai menjuarai LKTI tersebut, Reza langsung direkrut Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di sekolahnya untuk membuat penelitian lain. Karya Tulis Ilmiah (KTI) pertama yang dibuatnya adalah almari pengering pakaian hemat energi yang kemudian lolos hingga ke Banjarmasin.

Namun, hanya karena memenangkan satu lomba, bukan berarti dia langsung ahli menulis karya tulis ilmiah. Reza mengaku mencari ide butuh waktu dan tenaga. Belum lagi adaptasi untuk terbiasa menulis. “Namun, sekalinya menang, saya langsung ketagihan menulis. Rasanya ingin coba lagi dan lagi,” ujarnya bersemangat.

Menjelang SMA, prestasinya semakin memuncak. Dari 29 lomba yang dia ikuti, baik tingkat regional maupun nasional, 27 di antaranya berhasil ia taklukkan.

Lebih spesial lagi, sejak duduk di kelas dua SMP, Reza dapat mempertahankan gelarnya sebagai peneliti muda nasional tanpa jeda. “Baru tahun 2015 kemarin saya absen. Kan kalau pindah di luar Jogja saya nggak bisa dapat lagi,” ujarnya sambil tertawa.

Ditanya terkait alasan memilih ITS, Reza mengaku dulu dia sempat bingung ingin melanjutkan studi dimana. Namun pembimbing risetnya menyarankan Reza untuk kuliah di UGM atau ITS. “Pada akhirnya, saya pilih ITS karena saya ingin belajar merantau,” tuturnya.

Setelah menjadi mahasiswa di kampus perjuangan, kini Reza tengah sibuk mempersiapkan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Tak tanggung-tanggung, ia membuat lima PKM sekaligus. “Saya ikut satu PKM-KC, dua PKM-P, satu PKM-GT, dan satu PKM-T,” terangnya.

Selama menjadi mahasiswa ITS, anak sulung dari dua bersaudara tersebut sudah mematok target tinggi untuk dirinya sendiri. Reza berharap dapat menjuarai Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) setiap tahun.

Dia juga bercita-cita memperoleh Indeks Prestasi (IP) minimal 3.5, hingga menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres). “Oktober nanti saya akan mengikuti lomba penelitian transportasi nasional, semoga saja saya bisa menang,” pungkasnya. (sak)