Penumpang Turun, Pelni Incar Bisnis Pesiar
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Penumpang Turun, Pelni Incar Bisnis Pesiar

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) berencana mengembangkan cakar bisnisnya ke arah kapal pesiar tahun 2017 mendatang. Ini menyusul menurunnya jumlah animo kapal penumpang berukuran besar dengan trayek jarak jauh. Sehingga tren trayek kapal laut diperkirakan bakal bergeser menjadi lebih pendek.

“Ke depan, Pelni memang tidak fokus ke kapal-kapal besar, tapi kapal dengan tipe kapasitas 1.000 penumpang yang melayani jarak-jarak sedang,” ungkap Dirut PT Pelni Elfien Goentoro kepada wartawan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, awal pekan lalu.

Elfien mengatakan, kapal penumpang jarak jauh kurang efisien. Apalagi, kini penumpang telah terkonsentrasi dalam klaster-klaster rute dengan jarak tertentu. Sebab, penumpang lebih banyak beralih menggunakan moda transportasi udara dibandingkan kapal yang melayani pelayaran jarak jauh.

Pihaknya ke depan akan mengembangkan kapal laut guna memenuhi kebutuhan gaya hidup seperti kapal pesiar dan pertemuan bisnis. “Contohnya training on board maupun meeting on board. Selebihnya, kami berkonsentrasi ke kapal perintis dan tol laut,” tuturnya.

Khusus untuk cruise, Pelni kini tengah mengkaji anggaran yang dialokasikan untuk kapal baru berkapasitas 200-300 penumpang. Elfien mengaku optimistis, karena dalam dua tahun ini Pelni menangguk keuntungan setelah bertahun-tahun sebelumnya merugi.

“Tahun lalu kami untung Rp 100,7 miliar, tahun ini perkiraannya Rp 160 miliar atau naik 60 persen. Mudah-mudahan targetnya tercapai,” katanya. Dalam laporan keuangan per Mei 2016 (unaudited) saja, keuntungan Pelni sudah mencapai Rp 98 miliar.

Perusahaan pelat merah itu juga tengah memetakan trayek kapal pesiar mana yang sesuai. Elfien membidik, wisata di timur Indonesia sangat potensial. “Kalau barat kemungkinan ke Belawan dan Batam, serta Tanjung Pinang dan Natuna.”

Untuk itu, pihaknya membutuhkan waktu untuk mensosialisasikan wisata bahari guna mendukung wisata menggunakan kapal cruise tersebut. “Negara kita negara kepulauan, tapi ternyata belum tentu semua suka ke laut,” tutur dia.

Berdasarkan data PT Pelni, jumlah penumpang kapal laut mengalami penurunan. Dalam masa angkutan Lebaran tahun ini saja, terdapat penurunan 14,8 persen dibandingkan 2015 lalu. Pada tahun lalu sejak H-18 sampai H+5, terdapat 430.963 orang yang menggunakan kapal penumpang. Sedangkan tahun ini di periode yang sama, terdapat 367.043 orang saja. (sak)