Perantau Minang ‘Baralek Gadang’ di Jerman
PERISTIWA SENI BUDAYA

Perantau Minang ‘Baralek Gadang’ di Jerman

Pasangan perantau suami istri asal Minang, Sumatera Barat, yang menetap di Hamburg, Jerman, merayakan pesta pernikahan perak mereka. Gelaran ‘Baralek Gadang’ tersebut berlangsung di Gedung Bornheide 76,22549 Hamburg.

Kedua mempelai, Elsi Djaman (51) dan sang suami, Chun Djaman (62), sengaja merayakan perkawinan perak mereka untuk mempromosikan budaya Minang. Sebab, dari pengalaman mereka yang sudah menetap lebih dari 25 tahun di sana, banyak kalangan masyarakat Hamburg dan Jerman yang belum mengenal budaya Minang.

Hal ini disampaikan Wulan Chaniago, perias pengantin dan penari yang juga perwakilan urang Minang di Prancis, Senin (29/8). Chun Djaman dulu datang ke Hamburg dan bekerja sebagai pelaut di perusahaan pelayaran Jerman di Hamburg pada tahun 80-an. Bertemu berjodoh dengan gadis Minang yang berasal dari kampungnya dan diboyong Hamburg.

Sang istri, biasa dipanggil Uni Elsi mempunyai usaha biro perjalanan. Mereka dikaruniai sepasang anak yang bernama Jean Djaman dan Sari Djaman itu membiayai sendiri seluruh biaya pesta acara, selain mendapat bantuan dari sahabat-sahabat dekatnya yang ikut berpartisipasi.

Acara perkawinan perak ‘Baralek Gadang Urang Minang’ dihadiri masyarakat Minang yang ada di perantauan Eropa, yaitu Prancis, Belanda, Swiss, Belgia. Selain itu, ada juga yang datang dari New York, Amerika Serikat.

Solena Sulin, orang Minang yang berkiprah di bidang seni model dan artis di Amerika, sengaja datang ke Hamburg karena dia senang dan bahagia dengan acara tersebut. ”Saya terharu bisa menyaksikan acara Baralek Gadang di Jerman,” ujar Solena.

Acara ini juga mendapat dukungan dari Konsul Jenderal Indonesia di Hamburg, Sylvia Arifin, yang kebetulan juga berasal dari Bukittinggi.

Warga Hamburg yang datang juga tampak sangat senang dapat menyaksikan acara perkawinan adat Minang yang dinilai sangat unik dan kaya warna.

Bagi urang awak di perantauan yang hadir, kegiatan ini menjadi penebus rindu akan kampung halaman. Terlebih, kegiatan ini juga dimeriahkan tari-tarian khas Minang seperti Galombang Pasambahan, dan acara berbalas pantun.

Tak hanya seni budaya, sajian makanan khas Minangkabau pun menjadi daya tarik tersendiri. Mulai dari rendang, gulai kambing, gulai kapau, ikan bakar, Ayam goreng, ayam goreng, sambal lado ijau dan merah dan lain-lain. (sak/foto ist)