Perhutani Ikut Kembangkan Kopi Situbondo
CANGKIR KOPI PERISTIWA

Perhutani Ikut Kembangkan Kopi Situbondo

Perum Perhutani Kawasan Pemangku Hutan (KPH) Bondowoso siap mendukung pengembangan kopi di Kabupaten Situbondo. Perhutani menyiapkan lahan 1.400 hektare yang berada di Lereng Gunung Argopuro dan Desa Kayu Mas untuk pengembangan program tersebut.

“Saat ini luasan tanaman kopi rakyat yang masuk wilayah Perhutani Situbondo 1.030 hektare, yakni di Desa Sumbermalang dan Desa Kayu Mas, Kecamatan Arjasa,” ujar Adi Winarno, Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Kamis (8/9).

Dikatakannya, dari seribu hektare lebih tanaman kopi arabika dan robusta di wilayah Perhutani Situbondo, tahun ini produksinya baru mencapai 48 ton. Dan tentunya jika ada pengembangan atau tambahan luasan kopi 1.400 hektare produktivitas kopi akan bertambah.

Komoditi tersebut, akan membuka ruang yang bagus untuk peningkatan ekonomi kerakyatan yang ramah lingkungan, serta sejalan dengan misi Perhutani dalam rangka meningkatkan tutupan lahan di kawasan hutan atau kopi tumbuh di bawah tegakan.

“Untuk pengembangan kopi hutan di zona pemanfaatan ini pada prinsipnya dapat dikerjasamakan dengan masayarakat desa hutan, badan usaha, dan lembaga-lembaga lainnya. Yang penting kerjasama pengelolaan fungsi hutan lindung dan optimalisasi berjalan dengan prinsip saling menguntungkan,” katanya.

Saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan untuk melakukan nota kesepahaman dengan beberapa pihak. Nota kesepahaman akan dibuat dan dikirim kepada Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember, Perwakilan BI Jember, Asosiasi Petani Kopi, Eksportir serta Pemkab Situbondo.

Sebelumnya, perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember bekerjasama dengan Pemkab Situbondo, Sabtu (3/9) menggelar dialog dengan sejumlah pihak dengan tema ‘Dialog Potensi Ekonomi Daerah Pengembangan Kopi Situbondo’ di Pendopo Pemkab Situbondo.

Deputi Kepala BI Jember Muhammad Lukman Hakim selaku moderator dalam acara dialog ekonomi tersebut menyampaikan, dialog pengembangan kopi di Situbondo merupakan kegiatan yang bertujuan mempromosikan potensi kopi di Kota Santri yang juga merupakan salah satu produk unggulan Situbondo.

Dialog pengembangan kopi Situbondo juga dihadiri Direktur Puslitkoka Jember, ADM Perum Perhutani KPH Bondowoso, Wakil ADM Perhutani Banyuwangi, dan sejumlah petani kopi Situbondo dan Bondowoso.

Salah seorang petani kopi Situbondo, Didik menyampaikan, bahwa selama ini pemerintah kabupaten setempat tidak memfasilitasi petani dalam hal permodalan, pembinaan dan pendampingan untuk pengembangan kopi arabika dan robusta, seperti yang dilakukan oleh Pemkab Bondowoso yang mendukung dan memfasilitasi para petani kopi. (sak)