Permintaan Tekstil Jatim Meningkat
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Permintaan Tekstil Jatim Meningkat

Permintaan tekstil dan produk tekstil atau garmen dari Jawa Timur tahun ini mengalami peningkatan terutama ekspor ke Amerika Serikat dan Eropa.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jatim, Sherlina Kawilarang mengakui permintaan volume produk tekstil dan garmen dari Jatim memang meningkat karena kebutuhan barang pakaian jadi juga meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dunia.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, industri tekstil pada kuartal II/2016 mengalami pertumbuhan 8,17 persen (q to q). Sedangkan industri garmen mengalami pertumbuhan 9,9,15 persen pada kuartal II/2016.

“Meskipun ekonomi sedang sulit seperti sekarang ini tapi produk garmen malah tumbuh, terutama industri garmen skala besar karena secara kualitas produk tekstil dan garmen kita lebih bagus dibandingkan negara pesaing seperti China dan Vietnam,” kata Sherlina kawilarang di Surabaya, Selasa (6/9).

Dia mengatakan, saat ini hampir 70 persen produk garmen dalam negeri sudah menyasar pasar ekspor. Hanya saja, ekspor tekstil dan garmen bukan ditopang dari Jatim tetapi dari Jawa Tengah mengingat jumlah industri tekstil dan garmen di Jateng lebih banyak, salah satunya karena adaya relokasi pabrik.

“Selain itu, yang membuat produk garmen Jateng bisa eksplore untuk pasar luar negeri adalah memiliki produk yang berdaya saing, yakni salah satunya dipicu oleh rendahnya upah minimum kota dibanding di Jatim yang sangat tinggi,” jelasnya.

Sherlina menambahkan tumbuhnya industri tekstil Jatim kali ini tidak hanya didorong oleh ekspor ke AS dan Eropa, tetapi juga karena ada permintaan bahan baku tekstil untuk industri garmen di Jateng.

“Jika secara nasional industri tekstil dan produk tekstil ini memang turun tetapi kami masih meyakini ekonomi kita ke depan akan semakin membaik, begitu juga industri TPT akan terus tumbuh karena permintaan dan pertumbuhan jumlah penduduk meningkat,” ujarnya. (sak)